METODOLOGI PENELITIAN SOSIAL

Sampul Depan
Media Sahabat Cendekia, 7 Sep 2019 - 282 halaman

Kebanyakan orang salah berpersepsi bahwa ilmu dan pengetahuan memiliki kesamaan arti, padahal ilmu dengan pengetahuan adalah dua hal yang berbeda. Ilmu adalah pengetahuan tetapi tidak semua pengetahuan adalah ilmu. Ilmu dan pengetahuan terkadang dirangkum menjadi satu kata majemuk yang mengandung arti tersendiri. Bahkan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia ilmu disamakan dengan pengetahuan, sehingga ilmu adalah pengetahuan. Namun jika kata pengetahuan dan kata ilmu tidak dirangkum menjadi satu kata majemuk atau berdiri sendiri, akan tampak perbedaan antara keduanya. Berdasarkan asal katanya, pengetahuan diambil dari kata dalam bahasa Inggris yaitu knowledge. Sedangkan pengetahuan berasal dari kata Science. Tentunya dari dua asal kata itu mempunyai makna yang berbeda.

 

Apa yang dikatakan orang - Tulis resensi

Ulasan Pengguna - Tandai sebagai tidak pantas

distribusi populasi

Ulasan Pengguna - Tandai sebagai tidak pantas

data

Halaman terpilih

Isi

DAFTAR ISI
1
PENELITIAN
13
PROSES DAN DESAIN PENELITIAN
27
PENELITIAN KUANTITATIF DAN KUALITATIF
39
PENELITIAN KUANTITATIF
61
PENELITIAN KUALITATIF
75
POPULASI DAN SAMPEL
91
VARIABEL PENELITIAN DAN DEFINISI
109
KERANGKA PEMIKIRAN
125
Hak Cipta

Istilah dan frasa umum

Tentang pengarang (2019)

 Dr. Drs. Ismail Nurdin, M.Si lahir di Segeri Pangkep Sulawesi Selatan 27 Mei 1969, dosen pada Institut Pemerintahan Dalam Negeri, (IPDN) Jatinangor. Lulus APDN Jayapura (1991), Sarjana Ilmu Pemeintahan pada IIP (1997), Magister Ilmu Pemerintahan (2001) dan Program Doktor Ilmu Sosial pada Universitas Padjadjaran (2005). Dosen tetap Institut Pemerintahan Dalam Negeri dan mengajar pada beberapa perguruan tinggi. Direktur IPDN Bukittinggi (2010-2015), dan sejak tahun 2015 dipercaya sebagai Dekan Fakultas Politik Pemerintahan pada IPDN. Saat ini di samping sebagai Dosen dan peneliti juga menjadi fasilitator pada berbagai kegiatan peningkatan kapasitas Pemerintah Daerah, DPRD, Kecamatan, Desa dan Kelurahan pada Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Dalam Negeri dan menjadi fasilitator tamu pada PK2P LAN Bandung, anggota Tim Penguji Karya Tulis Ilmiha Militer pada Seskoad Bandung, sebagai peneliti pada Lembaga Penelitian IPDN dan aktif dalam berbagai kegiatan pengabdian masyarakat.

Dra. Sri Hartati, M.Si lahir di Jambi 4 Februari 1970, dosen tetap Institut Pemerintahan Dalam Negeri, menyelesaikan pendidikan diploma 3 ahli Pemerintahan pada STPDN 1992, Sarjana ilmu pemerintahan 1998 pada Institut Ilmu Pemerintahan, Magister administrasi Pemerintahan daerah 2007 pada IPDN dan saat ini menjadi peserta program doktor ilmu pemerintahan pada pascasarjana Institut Pemerintahan dalam Negeri. Selain sebagai dosen juga aktif dalam kegiatan penelitian terapan pemerintahan dan pengabdian masyarakat dan menjadi fasilitator pelatihan terapan pemerintahan dan pengembangan sumber daya manusia sektor publik.

Informasi bibliografi