The Shattered Lens

Sampul Depan
Mizan Publishing, 4 Jan 2018 - 268 halaman
1 Resensi
Ulasan tidak diverifikasi, tetapi Google akan memeriksa dan menghapus konten palsu jika konten tersebut teridentifikasi

Tuki Tuki dikepung! Ibu kota Mokia ini berada di ambang kehancuran. Jika Mokia tumbang, Kerajaan Merdeka tinggal menghitung hari sebelum dikuasai sepenuhnya oleh para Pustakawan Durjana.

Dengan konyol dan gagah berani, Alcatraz, si bocah penyandang Bakat Merusak, datang untuk menyelamatkan Tuki Tuki. Ditemani Bastille yang sarkastis, Kaz yang sering tersesat, dan Aydee yang sangat suka teddy bear. Alcatraz berhadapan dengan ratusan prajurit Pustakawan dan robot-robot raksasa mereka. Haruskah Alcatraz berjuang hingga titik darah penghabisan, atau menyerah dan melarikan diri, untuk bertempur kembali di kemudian hari?



[Mizan, Mizan Publishing, Mokia, Fantasi , Indonesia, Terjemahan, Labirinth, Imajinasi,]

 

Apa yang dikatakan orang - Tulis resensi

Ulasan tidak diverifikasi, tetapi Google akan memeriksa dan menghapus konten palsu jika konten tersebut teridentifikasi
Ulasan Pengguna - Tandai sebagai tidak pantas

Brandon Sanderson merupakan penulis fantasi dan fiksi ilmiah. Sanderson dikenal atas alam Cosmere-seluruh buku fantasi dewasanya (terutama serial Mistborn dan The Stormlight Archive); dan karyanya dalam penyelesaian serial fantasi epik Robert Jordan The Wheel of Time.
Buku Empat Alcatraz Versus the Evil Librarians - The Shaterred Lens merupakan salah satu buku dari series buku Alcatraz Versus the Evil Librarians. Buku pertama dengan judul ALCATRAZ VS. THE EVIL LIBRARIANS buku satu, ALCATRAZ VS THE EVIL LIBRARIANS THE SCRIVENER'S BONES Buku Dua, ALCATRAZ VS THE EVIL LIBRARIANS THE KNIGHTS OF CRYSTALLIA Buku 3 ALCATRAZ VS THE EVIL LIBRARIANS THE DARK TALENT Buku 5.
The Shaterred Lens menceritakan petualangan Alcatraz bersama teman-temannya untuk menyalamatkan Mokia. Alcatraz merupakan memiliki bakat perusak, tidak terlalu pandai, dia menggunakan bakatnya melalui lensa okulator yang memiliki banyak kemampuan seperti lensa pemberi, lensa kejujuran, lensa komunikator, dll. Dia memiliki teman Bastile merupakan cristianis atau prajurit yang handal. Kaz juga merupakan prajurit, kakeknya sama-sama menggunakan lensa okulator mampu untuk berkomunikasi jarak jauh, ibunya alcatras, merupakan pustakawan serta sepupunya aydee memiliki bakat untuk menggandakan apapun, namun tak bisa berhitung.
Awal perjalanan dimulai ketika Alcatraz dan Bastile di sebuah kerajaan jauh dari mokia, mendengar pustakawan menyarang mokia. Rakyat mokia tak bisa berbuat banyak, hingga akhirnya Alctraz menyalamat mokia. Alcatraz menjadi raja sementara. Kisah dimulai dengan kekonyolan alcatraz, bastile mengajari alcatraz untuk berperang menggunakan teddy bear. Teddy bear, granat yang bisa meledak, bahkan tidak nampak seperti meledak. Alcatraz bahkan meledekkannya, hingga terpental tidak tahu cara menggunakannya dan fungsinya berbeda tiap warna.
Mendengar kabar mokia diserang alcatraz, mengajak bastile ikut bertemu dengan kakeknya merupakan penasehat kerajaannya. Memutuskan untuk pergi, karena kerajaan tidak membantu mokia yang diserang oleh pustakawan. Alcatraz meminta bantuan aeydee sbagai pilot untuk membawanya ke mokia. Ia mengenderai kupu-kupu raksasa berbadan cermin. Alcatraz usianya sekitar 13tahun sementara ayde juga sama. Peperangan dimulai ketika sampai, pustakawan menyerbu mokia. 4 robot raksasa menyerang melemparkan batu raksasa ke kubah kaca pelindung mokia yang hampir hancur, serangan dari terowongan pun dimulai. Senjata pustakawan dan mokia fungsinya sama yaitu melumpuhkan hingga korbannya koma. Bisa diobati dengan penawar, namun hanya dimiliki oleh pemilknya masing-masing. Seperuh warga mokia koma, tak bisa diobati karena tidak memiliki penawar.
Hal lain menarik seperti, penjelasan makna dari pentingnya informasi, ketika informasi itu diseberluaskan bisa menjadi malapetaka sehingga harus tepat dalam memanfaatkan seperti pembuatan reaktor nuklir.
 

Halaman terpilih

Isi

Bagian 1
7
Bagian 2
9
Bagian 3
13
Bagian 4
23
Bagian 5
36
Bagian 6
47
Bagian 7
59
Bagian 8
72
Bagian 15
156
Bagian 16
165
Bagian 17
179
Bagian 18
192
Bagian 19
201
Bagian 20
213
Bagian 21
221
Bagian 22
233

Bagian 9
84
Bagian 10
94
Bagian 11
107
Bagian 12
118
Bagian 13
131
Bagian 14
142
Bagian 23
249
Bagian 24
259
Bagian 25
264
Bagian 26
265
Bagian 27
266
Hak Cipta

Istilah dan frasa umum

Tentang pengarang (2018)

Ketika orangtua Brandon Sanderson menyadari anak mereka suka bicara sendiri dan berpura-pura semua teman khayalannya nyata, pada awalnya mereka sangat khawatir. Mereka membawanya ke psikolog, yang berkata bahwa mereka punya dua pilihan—kurung dia di rumah sakit jiwa atau biarkan dia jadi novelis.

Untungnya, mereka mengambil pilihan kedua, dan sekarang tidak apa-apa dia bicara sendiri dan berpura-pura semua teman khayalannya nyata, karena hal-hal aneh seperti itulah yang dilakukan penulis. Sebagai orang yang penyakitan, dia mengidap penyakit kronis sok pintar tapi kasar, gangguan sarkasme musiman, ketidakmampuan bermain kata-kata, dan suka mengerang tingkat sedang. (Sayangnya, penyakit yang terakhir ini cenderung menular dan membuat semua orang mengerang habis-habisan.) Terkadang, Alcatraz bertanya-tanya apakah dia melakukan kesalahan dengan menaruh nama Brandon dalam buku-buku-nya.[]

Informasi bibliografi