Memikir Ulang Regionalisme: Sumatera Barat Tahun 1950-an

Sampul Depan
Yayasan Pustaka Obor Indonesia - 289 halaman

Apa yang disajikan dalam buku ini adalah pengalaman menyeluruh Sumatera Barat (Sumatera Tengah) sepanjang dasawarsa 1950-an yang sampai sekarang relatif terluput dari perhatian para ilmuwan sosial umumnya dan sejarawan pada khususnya. Padahal berbagai pengalaman yang dialami warga daerah pada waktu itu sangat menentukan sikap, perilaku, karakter, serta tatanan sosial, politik, ekonomi, dan budaya orang Sumatera Barat dewasa ini. Penelitian mengenai pengalaman Sumatera Barat (Sumatera Tengah) tahun 1950-an memiliki beberapa latar belakang. Salah satu di antaranya adalah adanya kesamaan jiwa zaman dan latar belakang politik, serta budaya masa sekarang dengan dekade tersebut. Karena itu, dengan mempelajari dan mengetahui pengalaman daerah pada masa itu akan bisa dijadikan cermin untuk memahami berbagai kejadian yang berlaku dewasa ini.

 

 

Apa yang dikatakan orang - Tulis resensi

Kami tak menemukan resensi di tempat biasanya.

Edisi yang lain - Lihat semua

Istilah dan frasa umum

Tentang pengarang

Gusti Asnan, lahir di Lubuk Sikaping, 12 Agustus 1962. Ia adalah staf pengajar pada Jurusan Sejarah, Fakultas Sastra, Universitas Andalas, Padang. Menyelesaikan program Doktor tahun 1998 di Fachbereich für Sozial-wissenschaften Universität Bremen, Jerman dengan disertasi berjudul “Trading and Shipping Activities: The West Coast of Sumatra 1819-1906”. Beberapa bukunya yang terbit terakhir adalah Pemerintahan Daerah Sumatera Barat: Dari VOC hingga Reformasi (1996); Demokrasi, Otonomi, dan Gerakan Daerah: Pemikiran Politik Orang Minang Tahun 1950-an (2006); Kamus Sejarah Minangkabau (2003); dan Indonesia in Transition: Work in Progress (sebagai editor bersama Henk-Schulte Nordholt) (2003). Di samping itu beberapa artikelnya telah diterbitkan dalam beberapa jurnal ilmiah di dalam dan luar negeri.

Informasi bibliografi