KEPALA SEKOLAH SEBAGAI INSTRUCTIONAL LEADER DI ERA TRANSFORMASI PEMBELAJARAN (AI, Kurikulum Merdeka, dan Pembelajaran Mendalam)Marsel Marselus, 26 Jan 2026 - 223 halaman Secara reflektif dan praktis, buku ini mengajak pembaca khususnya kepala sekolah, calon kepala sekolah, pengawas, dan pemimpin pendidikan lainnya untuk menelaah pengalaman, tantangan, serta praktik nyata dalam memimpin pembelajaran di sekolah. Kehadiran isu Kurikulum Merdeka, pembelajaran mendalam, dan AI dalam buku ini diharapkan dapat membantu kepala sekolah mengambil posisi yang tepat: adaptif terhadap perubahan, namun tetap berpijak pada nilai- nilai kemanusiaan dan tujuan pendidikan. Akhirnya, penulis berharap buku ini tidak hanya menjadi bahan bacaan, tetapi juga menjadi ruang dialog dan refleksi bagi para pemimpin sekolah. Memperkaya wawasan, menguatkan praktik kepemimpinan pembelajaran, serta memberikan sumbangsih nyata bagi upaya peningkatan kualitas pendidikan Indonesia secara berkelanjutan. Kritik dan saran yang konstruktif sangat diharapkan demi penyempurnaan karya ini di masa yang akan datang. |
Istilah dan frasa umum
administratif agar aktivitas aman asesmen formatif belajar peserta didik berarti berbasis bukti berdampak berkelanjutan bermakna berorientasi budaya belajar budaya sekolah cara coaching diferensiasi digital dipahami diskusi dukungan efektif etis fokus guru dan peserta hasil asesmen humanis informasi inovasi instructional leader instructional leadership integritas kapasitas karakter keberhasilan kebijakan sekolah kelas kemampuan kepemimpinan pembelajaran keputusan kolaborasi kompetensi komunitas belajar guru konsisten konteks kualitas pembelajaran Kurikulum Merdeka literasi melainkan melalui memahami membangun budaya membantu guru memimpin memperbaiki memperkuat mencakup mendorong menilai meningkatkan kualitas menuntut misalnya mutu pembelajaran nilai nyata observasi pemanfaatan pemangku kepentingan pembelajaran mendalam pendampingan pengalaman belajar pengembangan profesional penggunaan penggunaan AI penguatan pengungkit penilaian peningkatan mutu peran kepala sekolah perbaikan pembelajaran pertanyaan perubahan portofolio praktik pembelajaran privasi profesional guru proses belajar proses berpikir refleksi relevan resistensi ruang sekadar sekolah memiliki sekolah perlu memastikan sekolah sebagai instructional substantif supervisi akademik tantangan teknologi tindak lanjut tujuan pembelajaran umpan balik visi pembelajaran warga sekolah
