Calak Edu 4: Esai-esai Pendidikan 2012-2014

Sampul Depan
Pustaka Alvabet, 2 Mar 2015 - 276 halaman

Beragam persoalan dunia pendidikan di Tanah Air yang mengemuka beberapa  tahun belakangan ini bagaikan ”puncak gunung es”, tampak sedikit di atas namun tersimpan banyak masalah besar di dasarnya. Banyaknya anak putus sekolah karena pendidikan mahal, carut-marut kurikulum, bangunan sekolah tak layak pakai, pungutan liar, hingga kecurangan dalam Ujian Nasional (UN) hanyalah sedikit dari sekian banyak masalah yang melilit. Persoalan-persoalan tersebut memerlukan penyelesaian secara mendasar, komprehensif, dan tidak instan. Penyelesaian itu pun memerlukan keterlibatan banyak pihak terkait, tidak hanya pemerintah melainkan juga para praktisi pendidikan seperti pengelola sekolah dan guru, para pemerhati pendidikan, serta masyarakat umum.

Calak Edu: Esai-Esai Pendidikan 2012-2014 adalah buku yang menggambarkan secara lengkap potret dunia pendidikan di Indonesia. Tak hanya mengutarakan teori tentang pendidikan tapi juga mengurai kasus-kasus di lapangan, buku ini sangat kaya perspektif. Dengan semangat optimistik, penulisnya tak hanya mengumbar persoalan-persoalan yang terjadi di dunia pendidikan, tapi juga menawarkan penyelesaian. Diramu dengan gaya penulisan yang ringan dan sarat cerita, buku ini dapat dibaca oleh semua kalangan masyarakat.

 

Apa yang dikatakan orang - Tulis resensi

Kami tak menemukan resensi di tempat biasanya.

Halaman terpilih

Edisi yang lain - Lihat semua

Istilah dan frasa umum

Tentang pengarang (2015)

AHMAD BAEDOWI lahir di Bekasi pada 10 Oktober 1964. Sarjana dari Jurusan Perbandingan Agama, Fakultas Ushuluddin, IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta (1990) ini menyelesaikan program Master of Education (M.Ed) pada School of Leadership Education, George Mason University, Virginia, Amerika Serikat, pada 2003. Sejak 2008 ia juga menjadi penanggung jawab rubrik pendidikan pada harian nasional Media Indonesia. Kolomnya, Calak Edu, setiap hari Senin di media tersebut menggambarkan betapa ia sangat concern terhadap dunia pendidikan.

Pria yang sejak 2006 menjabat Direktur Pendidikan Yayasan Sukma, Media Group, Jakarta, ini terlibat pula dalam beberapa riset tentang radikalisme di lingkungan guru agama dan siswa sekolah menengah umum bersama Lembaga Kajian Islam dan Perdamaian (LaKIP), Indonesian Institute for Society Empowerment (INSEP), dan Yayasan Paramadina, Jakarta. Selain menjadi Dewan Redaksi Penerbit Pustaka Alvabet sejak 2004, ia juga tergabung dalam Institute for Peace and Islamic Studies, Jakarta sejak 2010. Di sela berbagai kesibukannya, ia menyempatkan diri mengajar mata kuliah Manajemen Kurikulum dan Efektivitas Manajemen Sekolah pada Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta.

Informasi bibliografi