Resensi

Resensi pengguna

Ulasan Pengguna - Tandai sebagai tidak pantas

rohma nofita
Kamis, 19 Mei 2016
DAMPAK POSITIF DAN NEGATIF EMOSI
Dampak Negatif dan Positif Emosi - Kalo kita denger kata "emosi" pasti yang pertama kali kebayang itu adalah sikap marah - marah ataupun ngamuk - ngamuk. Iya toh? Padahal emosi itu bukan sebatas itu aja loh pemirsa.
Arti emosi menurut mimin patrick adalah sebuah luapan ungkapan perasaan seseorang akan sesuatu, seseorang, atau apapun yang dihadapinya, yang membuat perasaannya bergejolak. Kalo bahasa gaholnya, perasaan cetar membahana yang "ih ωαααααααωωωωωωω" #halah (˘ __˘ ")
Apa saja bentuk dari emosi yang mimin maksud tersebut? Naini yang perlu pemirsa tau biar pemirsa gak salah kaprah. Emosi itu punya berbagai macam bentuk atau ungkapan. Perasaan senang, riang gembira tertawa "hahahaha" adalah contohnya #eh. Nah kalo perasaan sedih, nyesek, gembira dengan dosis tinggi (dapet pacar baru misalnya) dan marah - marah itu juga termasuk jenis emosi, tapi dalam versi yang lebih "greget". Biasanya, puncak emosi itu ditandai dengan jatuhnya air mata alias nangis. Terlalu gembira, kita bisa nangis, terlalu sedih, kita bisa nangis. Iya toh? Naitu contoh - contoh emosi, jadi bukan cuma marah aja yang termasuk emosi. Udah pada ngerti kan pemirsa?! Nah sekarang pembahasan lebih lanjut di paragraf selanjutnya.
Mengapa kata emosi identik dengan marah - marah? Padahal jenis emosi itu kan banyak. Naini, mimin juga bingung. Dan menurut mimin, itu masih menjadi sebuah ~misteri~ #halah. Nah sekarang kita masuk ke pembahasan utama nih pemirsa yaitu pembahasan tentang dampak negatif dan positif emosi, persis seperti judul posting di KRAG ini. Tapi disini mimin bukan mau bahas tentang dampak positif emosi buat kesehatan loh ya (_")
Salah satu dampak positif emosi menurut mimin KRAG adalah untuk membantu kita mengambil keputusan dengan cepat. Meskipun sering kali keputusan yang diambil saat kita sedang emosi itu adalah keputusan yang buruk dan tergesa - gesa, tapi bagi sebagian orang justru akan sangat berguna bagi kelangsungan masa depannya. Wih, hebat yak dampaknya. Tapi contohnya gimana? Naini, mimin bahas satu - satu ya, mulai dari yang buruk dulu yuk!
Dampak negatif / buruk emosi
Seperti yang mimin bilang diatas, emosi itu bisa memicu kita buat mengambil keputusan yang cepat, bahkan cenderung tergesa - gesa. Nah kalo udah tergesa - gesa gitu, dampaknya hampir pasti buruk. Contohnya? Misalnya nih, ada yang baru putus ama pacarnya, trus dia emosi donk (kecewa, nyesek dan kawan - kawan) nah karena gak kuat nahan nyesek (emosi) nya, dia putuskan buat bunuh diri. Waduh, itu tidak patut ditiru ya pemirsa.
Nah udah ada gambaran kan dampak buruknya? Yaitu membuat mental kita jatuh bahkan bisa jadi bodoh dengan seketika, karena saat emosi kita tidak mampu berpikir panjang. Masih ada contoh lain nih. Karena emosi (terlalu suka) sama seseorang, ada yang rela untuk dijadikan "simpenan". Waini bahaya! Hayo ngaku siapa yang pernah begitu? Karena terlalu suka itu, dia gak berpikir akan masa depannya sendiri, padahal kalo dia mau kontrol emosi (perasaan) nya, dia bisa kok dapet yang lain. Iya toh?
Kita bisa kok ngendaliin emosi kita. Jadi kita bisa menghindari untuk mengambil keputusan bodoh macem itu. Tapi mimin bilang bodoh bukan berarti mimin pinter ya #eh. Trus gimana kita bisa ngendaliin emosi kita? Yuk lanjut ke bawah, mimin lanjut disana
Cara mengendalikan emosi
Sebenarnya gampang aja kita mengendalikan emosi kita. Langkah sederhana, gak pake ribet dah. Cukup dengan ketenangan dan kepala dingin, ambil nafas panjang, lalu keluarkan perlahan. Keluarkan nya lewat idung ya bukan yang lain. Coba deh beberapa kali begitu, pasti ngerasa lebih tenang. Cuman kadang orang suka lupa, jadi emosi gak bisa ditahan. Tapi kalo udah terbiasa, pasti gampang kok.
Nah, udah belajar kontrol emosi nya? Sekarang kita lanjut lagi. Ternyata, emosi itu juga punya dampak positif loh. Seperti yang mimin tulis diatas tadi, emosi bisa sangat berguna bagi kelangsungan masa
 

Ulasan Pengguna - Tandai sebagai tidak pantas

buku kecerdasan

Ulasan Pengguna - Tandai sebagai tidak pantas

jul

Ulasan Pengguna - Tandai sebagai tidak pantas

oke

Ulasan Pengguna - Tandai sebagai tidak pantas

definisi kecerdasan emosioanal

Ulasan Pengguna - Tandai sebagai tidak pantas

Untuk skripsi

Ulasan Pengguna - Tandai sebagai tidak pantas

Informasi yang menjual buku ini dimana ?

Ulasan Pengguna - Tandai sebagai tidak pantas

Pengguna pembaca layar: klik tautan ini untuk mode akses mudah. Mode akses mudah memiliki fitur dasar yang sama namun bekerja dengan lebih baik pada pembaca Anda.
Buku
eBuku tidak tersedia
Gramedia Pustaka Utama
Amazon.com
BukuKita.com
Gramedia
Cari di perpustakaan
Semua penjual
Sampul Depan
3 ResensiTulis resensi
Kecerdasan Emosional
Oleh Daniel Goleman
Tentang buku ini
Baru! Belanja Buku di Google Play
Jelajahi eBookstore terbesar di dunia dan baca lewat web, tablet, ponsel, atau ereader mulai hari ini.
Buka Google Play Sekarang
Buku di Google Play
Gramedia Pustaka Utama
Halaman ditampilkan dengan izin Gramedia Pustaka Utama. Hak Cipta.
 

Ulasan Pengguna - Tandai sebagai tidak pantas

Buku ini sangat mudah dipahami dengan contoh nyata seputar rendahnya kontrol emosi dalam kehidupan masyarakat yang kemudian diulas hingga terdapat titik temu alasan serta pemecahannya. Pada bagian awal buku, kita diajak mengenal apa kegunaan emosi, kemudian di bab selanjutnya dibahas ciri-ciri kecerdasan emosi. Di bab kedua ini kita diajak mengoreksi diri kita maupun mengoreksi sekeliling kita, mengenai kapan orang yang pintar itu menjadi orang yang bodoh. Di bab ketiga dan keempat, pengarang cenderung memandu pembaca untuk memahami cara penerapan kecerdasan emosional serta kesempatan penerapan pembelajaran emosi. Dan di bab terakhir, pengarang menjabarkan apa saja kerugian buta emosi dan pentingnya pendidikan emosi serta pelaksanaannya dalam pembelajaran disekolah.
Pada dasarnya pengarang ingin menegaskan bahwasannya kecerdasan IQ bisa saja tidak berarti bilamana seseorang memiliki pikiran yang tidak jernih (EI yang rendah) dalam menghadapi permasalahan. Kadangkala emosi yang meledak dan tidak terkendali mengalahkan rasionalitas. Buku ini menunjukkan siapa saja dapat mengembangkan bakatnya/kemampuannya tanpa memandang tinggi rendahnya IQ, melainkan berdasar pada pengembangan EI. Sedangkan menurut Goleman, EI dapat diperoleh dan diperkuat atau dikembangkan oleh siapa saja tanpa memandang batas usia.
Buku ini sangat disarankan untuk orang yang berkecimpung dalam dunia pengajaran (Guru dan Dosen) karena dalam buku ini terdapat cara pengajaran dan pemahaman emosional pada anak-anak dan remaja.
 

Ulasan Pengguna - Tandai sebagai tidak pantas

bagaimana cara mengatasi konflik keluarga dan rumah tangga dengan melihat bahsa tubuh dan lain sebagainaya

Semua resensi - 19
5 bintang - 0
4 bintang - 0
3 bintang - 0
2 bintang - 0
1 bintang - 0

Semua resensi - 19
Resensi editorial - 0

Semua resensi - 19