Rekayasa Ventilasi Alami untuk Penyejukan Bangunan

Sampul Depan
Universitas Brawijaya Press, 31 Des 2019 - 160 halaman

Rekayasa ventilasi alami merupakan salah satu upaya tercapainya kenyamanan dalam bangunan tanpa konsumsi energi yang berlebih. Fokus pembahasan buku ini lebih spesifik pada ragam prinsip, parameter, metode dan inovasi ventilasi alami sebagai strategi penyejukan bangunan. Solusi terhadap krisis energi melalui upaya pendinginan alami bangunan. Pendinginan alami bangunan adalah strategi untuk menurunkan suhu dalam bangunan lebih rendah daripada suhu di luar bangunan. Upaya maksimal penurunan suhu udara tersebut apabila masih belum mencapai kenyamanan suhu maka dilakukan dengan memperluas zona kenyamanan ventilasi.

Kenyamanan ventilasi sangat terkait dengan kecepatan, kemerataan dan pola aliran udara dalam bangunan. Penerapan ventilasi alami telah lama dilakukan pada tradisi sistem bangunan di masa lalu yang sering disebut sebagai kecerdasan bangunan tropis. Ragam ide kecerdasan bangunan tersebut merupakan tingkat kecerdasan dasar bangunan yang menjadi landasan pengembangan kecerdasan Arsitektur Nusantara masa kini dan masa datang.

Adaptasi bangunan tropis lembab membahas tentang karakter iklim tropis lembab; komponen bangunan Nusantara; adaptasi komponen bangunan sebagai wujud kecerdasan dasar serta upaya pencapaian optimalisasi kenyamanan dalam bangunan. Komponen yang terkait dengan pendinginan dan penyejukan alami dalam bangunan adalah suhu udara, kelembaban udara dan kecepatan aliran udara yang menyangkut aspek kenyamanan suhu dan ventilasi. Peran ventilasi bangunan untuk membentuk kenyamanan suhu didasarkan prinsip dasar ventilasi silang dan ventilasi apung. Dua prinsip ini merupakan mekanisme terciptanya aliran udara yaitu melalui perbedaan tekanan udara dan perbedaan suhu udara.

Pengembangan teknik ventilasi alami menjelaskan tentang teknik pendinginan alami serta model ventilasi yang dapat dilakukan. Model ventilasi yang dibahas mencakup ventilasi atap dan ventilasi dinding. Model tersebut sebagai awal langkah inovasi ventilasi berkecerdasan dasar. Peralatan untuk berinovasi yang mudah dan murah adalah penggunaan teknologi komputer atau biasa disebut simulasi komputer. Beberapa contoh inovasi dijelaskan secara runtut terutama pada aspek modifikasi elemen arsitektural. Inovasi yang dibahas antara lain: inovasi ventilasi atap; bukaan jendela, jendela adaptif suhu dan fasade adaptif suhu.

Aspek aplikasi desain ventilasi alami untuk masa kini atau kontemporer dibahas melalui ragam contoh tata bangunan, bangunan, bukaan bangunan dan hubungan dengan manusia. Inovasi dan aplikasi desain ventilasi alami merupakan salah satu upaya mewujudkan bangunan cerdas Nusantara.

 

Halaman terpilih

Isi

Bagian 1
13
Bagian 2
43
Bagian 3
66
Bagian 4
85
Bagian 5
103
Bagian 6
104
Bagian 7
106
Bagian 8
107
Bagian 9
114
Bagian 10
115
Hak Cipta

Istilah dan frasa umum

Tentang pengarang (2019)

Ir. Agung Murti Nugroho ST, MT, Ph.D, IPM. lahir di Yogyakarta tanggal 15 September, menempuh pendidikan sarjana di Jurusan Arsitektur Universitas Gadjah Mada pada tahun 1998 serta master di jurusan yang sama pada tahun 2002. Di tahun

2007 mendapatkan gelar Ph.D dari Jurusan Seni Bina Fakultas Alam Bina Universiti Teknologi Malaysia. Bidang keilmuan yang ditekuni mencakup rekayasa ventilasi silang sebagai tesis S-2 serta rekayasa ventilasi apung sebagai disertasi S-3. Rekayasa ventilasi sebagai penyejukan bangunan terus dilanjutkan pada tahun 2009 melalui hibah Penelitian Kompetensi selama tiga tahun dari Dikti serta Hibah Kerja Sama Luar Negeri untuk pendanaan tiga tahun berikutnya. Kerjasama penelitian melalui pendanaan Luar Negeri dari Universiti Teknologi Malaysia dan Universitas Hiroshima Jepang juga mencakup kajian rekayasa ventilasi untuk bangunan hemat energi. Publikasi Internasional yang terkait dengan ventilasi berjudul Solar Chimney Geometry for Stack Ventilation in a Warm Humid Climate pada International Journal of Ventilation Volume 8 Number 2, September 2009 (scopus Q2) serta The Preliminary Study of Thermal Comfort in Malaysia’s Single Storey Terraced House pada Journal of Asian Architecture and Building Engineering, Vol 7 No 2 May, 2007 (scopus Q2). Buku ini merupakan buku kedua, setelah buku pertama terbit pada tahun 2018 berjudul Arsitektur Tropis Nusantara.

Informasi bibliografi