Di Bawah Pohon KetapangHasfa , 6 Sep 2019 - 61 halaman Kisah perjuangan seorang kepala sekolah yang harus memperbaiki budaya lama yang buruk di tempat barunya. Terinspirasi kisah nyata saat ikut Kelas Inspirasi.Khayati dipindah ke SD Kusuma Bhakti. Dia sempat susah mencari lokasi Kusuma Bhakti (KB), sehingga semakin merasa kesal dan merana. Lebih terkejut lagi dengan kondisi KB. Karena kondisi fisik lokasi serta bangunan yang menyedihkan dan kondisi non fisiknya yang juga mencemaskan. Ada anak-anak yang sampai membawa parang saat berkelahi dengan sebaya. Ada orang tua yang membawa pulang anaknya begitu saja tanpa permisi, padahal di tengah-tengah pelajaran. Belum lagi keadaan masyarakat sekitar yang memang berada di daerah minim, ekonomi rendah dan kurang pendidikan, bahkan sarang preman. Beda sekali dengan SD-nya terdahulu, yang ada di tengah kota, dengan murid serta wali berasal dari golongan berada dan berkecukupan, sopan serta cerdas-cerdas. Khayati mencari tahu sebab dan akar dari semua permasalahan tersebut. Setelah dengan segala upayanya, syukurlah ada perubahan dan perbaikan dalam hal perilaku anak-anak maupun orang tuanya. Namun ketika hendak berbangga dengan pencapaian ini, Khayati justru dapat cemoohan dari para pihak lain yang datang karena pengawasan silang ebtanas, KB dianggap kandang kambing karena kondisi fisiknya yang mengenaskan. Khayati mencari cara bagaimana agar fisik bisa diperbaharui. Kemampuan orang tua murid tidak ada, tidak ada pendonor. Namun dia terus berusaha. Kabar baik datang, ada bantuan dan bisa dicairkan. Dana untuk dua lokal ternyata bisa dimungkinkan untuk empat lokal. Khayati tergoda korupsi. Bagaimanakah kelanjutan kisah Khayati ini? |
