Pengembangan Paradigma Keilmuan Perspektif Epistemologi Islam: Dari Perenialisme hingga Islamisme, Integrasi-Interkoneksi dan Unity of Sciences

Sampul Depan
Prenada Media, 1 Jan 2020 - 401 halaman

Ada perbedaan mendasar antara filsafat Barat dan Islam. Filsafat Barat selalu berangkat dari keragu-raguan, sedangkan filsafat Islam selalu berangkat dari keyakinan. Islam meyakini bahwa Al-Qur’an dapat dijadikan sumber inspirasi bagi lahirnya beragam ilmu pengetahuan. Banyak sekali ditemukan ayat-ayat Al-Qur’an yang menginspirasi manusia untuk tidak berhenti berpikir dan memecahkan misteri kandungan ayat di dalamnya yang kemudian memunculkan lahirnya ilmu-ilmu budaya dan humaniora, ilmu-ilmu alam, terutama ilmu-ilmu agama. Lalu bagaimana caranya membedah ayat-ayat tersebut agar membentuk suatu pengetahuan yang sesuai dengan konteks zaman modern, dalam membangun paradigma unity of sciences, dan menjadi ciri yang berbeda dari filsafat Barat? Simak penjelasannya dalam buku yang ada di tangan Anda.

Buku persembahan penerbit PrenadaMediaGroup

 

Isi

Pendahuluan
1
Nalar Filsafat
7
Nalar Epistemologi
27
Epistemologi Islam
47
Arsitek Paradigma Keilmuan Islam
73
Paradigma AlHikmah AlMutaaliyah
165
Paradigma Bayani
189
Paradigma Burhani
213
Paradigma Irfani
231
Paradigma Keilmuan Islam Kontemporer
247
Paradigma Unity Of Sciences
315
Penutup
359
Hak Cipta

Istilah dan frasa umum

Tentang pengarang (2020)

 

Informasi bibliografi