Morfosintaksis Bahasa Makassar

Sampul Depan
Rena Cipta Mandiri, 21 Des 2021 - 326 halaman
Buku ini membahas tentang morfosintaksis Bahasa Makassar. Buku ini diperuntukkan untuk menunjang pembelajaran mahasiswa dalam mata kuliah Bahasa. Bahasa Makassar (yang selanjutnya disingkat bM) termasuk salah satu bahasa rumpun Austronesia yang terdapat di Provinsi Sulawesi Selatan. Wilayah penyebaran bM cukup luas dan terbagi dalam lima dialek, yaitu dialek Lakiung, dialek Turatea, dialek Bantaeng, dialek Konjo, dan dialek Bira-Selayar.
 

Halaman terpilih

Isi

Bagian 1
70
Bagian 2
134
Bagian 3
139
Bagian 4
157
Bagian 5
207
Bagian 6
261
Bagian 7
325
Hak Cipta

Istilah dan frasa umum

Tentang pengarang (2021)

Penulis lahir di Kabupaten Gowa Provinsi Sulawesi Selatan pada tanggal 29 September 1966, lulus studi pada Program Doktor Ilmu Linguistik Pascasarjana Universitas Hasanuddin pada tahun 2014 dengan mempertahankan buku yang berjudul “Perilaku Morfosintaksis Verba Bahasa Makassar”. Pernah mengikuti Visiting Indonesian Scholar Program di Northen Illinois University, Amerika Serikat. Sebagai dosen tetap pada Departemen Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya Universitas Hasanuddin. Saat ini menjabat sebagai Ketua Program Studi Magister Bahasa Indonesia Fakultas Ilmu Budaya Universitas Hasanuddin selama dua periode, yaitu tahun 2014-2022. Aktif mengikuti pelatihan kebahasaan, di antaranya “Pelatihan Morfosintaksis” di Unika Atmajaya, Jakarta pada tahun 2018. Aktif pula menjadi pembicara dalam beberapa konferensi yang terkait dengan kebahasaan, baik bertaraf nasional nasional maupun internasional. Karyanya tentang Morphophonemic Prefixes as Identifiers the Transitivity Verb of Makassar Language telah dimuat dalam International Journal of Education and Social Science (JESOC) Volume 6 Issue Februari 2017. Juga karya yang berjudul The Application Effectiviness of the Jigsaw-Type Learning Model to the English Students at Hasanuddin University: A case Study in the Indonesioan Academic Course telah dimuat dalam International Journal of Arts and Social Science (IJASS)Volume 3 Issue 6 Desember 2020. Sajian materi dalam buku ini diharapkan memberikan wawasan kepada pembaca hal yang terkait dengan ketransitifan kalimat bahasa Makassar. Pembaca dapat dengan mudah mengidentifikasi keberadaan verba bahasa Makassar sebagai pusat struktur fungsional kalimat. Selain itu, pembaca dapat mengetahui unsur yang dapat hadir sebagai pendamping letak kiri dan letak kanan verba sebagai sebuah kalimat yang gramatikal. Dengan demikian, buku ini dapat menjadi acuan dalam pembelajaran bahasa Makassar sehingga dapat terbina dengan baik sebagai aset budaya bangsa Indonesia.

Informasi bibliografi