Islam Agama Ramah PerempuanIRCISOD, 2021 - 396 halaman Orang-orang pesantren sudah telanjur terdoktrin bahwa posisi perempuan harus berada di bawah posisi laki-laki, karena secara “kodrat”, laki-laki diberikan sesuatu yang lebih daripada perempuan. Urusan perempuan dibatasi hanya di ruang domestik (dapur, sumur, dan kasur), dan tidak boleh aktif di ruang publik, karena dikhawatirkan menyebabkan fitnah. Istri wajib tunduk kepada suami, bahkan jika manusia boleh menyembah manusia, istri wajib menyembah suaminya. Aturan ini “given”, tak bisa diubah, karena telah difatwakan oleh para ulama, baik salaf maupun khalaf, di kitab-kitab kuning yang memang menjadi pegangan orang-orang pesantren. Pertanyaannya, sebegitukah Tuhan “memperlakukan” kaum perempuan? Apakah Tuhan tidak suka mereka menjadi apa saja yang berguna bagi masyarakatnya? Tidak. Sebab, realitas mutakhir menunjukkan bahwa banyak perempuan yang jadi presiden, menteri, ulama, pejuang, bahkan tidak sedikit putra-putra kiai yang jadi tokoh publik dan kuliah ke luar negeri tanpa bersama mahram. Lantas, bagaimanakah menghadapi realitas demikian? K.H. Husein Muhammad memberikan jawabannya di buku ini. Buku ini menyampaikan analisis kritis atas isu-isu perempuan dalam perspektif kesetaraan dan keadilan gender. Menurut kiai feminis ini, kita harus membuat tafsir baru terhadap al-Qur’an dan hadits, fiqh baru, fiqh emansipatoris, fiqhul aman, karena produk-produk fiqh klasik sudah “basi” untuk dinamika masyarakat kontemporer yang sedang mengalami globalisasi. |
Isi
| 5 | |
Bagian 2 | 44 |
Bagian 3 | 46 |
Bagian 4 | 49 |
Bagian 5 | 57 |
Bagian 6 | 62 |
Bagian 7 | 66 |
Bagian 8 | 67 |
Bagian 20 | 231 |
Bagian 21 | 232 |
Bagian 22 | 233 |
Bagian 23 | 241 |
Bagian 24 | 247 |
Bagian 25 | 249 |
Bagian 26 | 253 |
Bagian 27 | 265 |
Bagian 9 | 68 |
Bagian 10 | 73 |
Bagian 11 | 77 |
Bagian 12 | 91 |
Bagian 13 | 96 |
Bagian 14 | 97 |
Bagian 15 | 113 |
Bagian 16 | 177 |
Bagian 17 | 221 |
Bagian 18 | 222 |
Bagian 19 | 230 |
Bagian 28 | 267 |
Bagian 29 | 274 |
Bagian 30 | 276 |
Bagian 31 | 289 |
Bagian 32 | 305 |
Bagian 33 | 318 |
Bagian 34 | 352 |
Bagian 35 | 369 |
Bagian 36 | 378 |
