Lentera Al-Quran: Kisah dan Hikmah Kehidupan

Sampul Depan
Mizan Pustaka, 1 Jan 2008 - 144 halaman
Hati—seperti diisyaratkan oleh akar kata bahasa Arab-nya, qalaba (berarti ‘membalik’)—mudah berubah-ubah. Dengan kata lain, hati berpotensi untuk berbolak-balik, yaitu di satu saat merasa senang dan di saat lain merasa susah, atau suatu kali mau menerima dan suatu kali menolak. Hati memang tidak konsisten, kecuali yang memperoleh bimbingan Al-Quran. Dari sinilah, lentera Al-Quran diperlukan bagi hati manusia. Lentera Al-Quran adalah sekumpulan tulisan yang memiliki kekayaan topik beraneka ragam karya seorang pakar tafsir terkemuka Indonesia, Dr. M. Quraish Shihab. Ditulis dengan gaya bahasa populer dan enak dibaca, buku ini diharapkan dapat membantu pembacanya untuk meraih cahaya Al-Quran guna menerangi hati yang gundah, gelisah, dan tidak memiliki kejelasan arah. Penulis berupaya mengangkat topik-topik aktual dan hangat yang beredar di dalam masyarakat, untuk kemudian dibahasnya secara jernih dengan menjadikan Al-Quran sebagai rujukan utamanya. [Mizan, Pustaka, Referensi, Agama, Islam]
 

Apa yang dikatakan orang - Tulis resensi

Kami tak menemukan resensi di tempat biasanya.

Halaman terpilih

Isi

MEMAHAMI TAKDIR ALLAH
67
Memahami Takdir Tuhan
74
Mengaitkan Target dengan Kehendak Allah
81
Waktu 87
87
Hidup Itu Dua Kali
94
Makna Kualitas Hidup Manusia
102
Jangan Mengkufuri Nikmat 110
110
Syahadat Ucapan dan Syahadat Tindakan
117
Ihwal Pangan
229
MEMAHAMI MASALAHMASALAH
235
Ihwal SogokMenyogok
242
Perang dan Peranan Tangan Tuhan
250
Menguji Kebenaran Sebuah Berita
257
Ihwal Iklan 263
263
Hemat Energi
270
Bank Muamalat Indonesia
277

Doa yang Diperkenankan Tuhan
124
Makna Shalat Kita
133
Makna Shalat Istisqa
138
Kenikmatan Berpuasa 145
145
Puasa sebagai Upaya Mengendalikan Diri
152
Makna Zakat158
158
Berbekal ke Rumah Tuhan
166
Kabah173
173
MEMAHAMI POTENSI RUHANIAH
181
Sumber Daya Manusia 188
188
Ihwal Keakuan Egoisme
195
Bagaimana Mengatur Keseimbangan
203
Rumahku Surgaku
206
Hiasan Hidup dan Sumber Harapan
213
Hakikat Pendidikan
221
MEMAHAMI KECENDEKIAWANAN
281
Kejujuran Ilmiah
289
Cendekiawan Muslim
295
Seni dan Budaya Islam Bagaikan Matahari
303
Majelis Permusyawaratan Rakyat
309
OrangOrang yang Diserahi Amanat Mengurus Umat
315
Alasan yang Lebih Buruk dari Kesalahan
322
Menyambung Tali yang Putus
329
Makna Halal Bihalal
335
Memercayai Peristiwa Isradan Miraj
341
Maulid Nabi saw dan Soal Adab
347
Menghadapi Gangguan yang Menyakitkan Hati
353
Menjalin Persaudaraan dengan NonMuslim
367
Hak Cipta

Edisi yang lain - Lihat semua

Istilah dan frasa umum

Tentang pengarang (2008)

Nama lengkapnya adalah Muhammad Quraish Shihab. Ia lahir tanggal 16 Februari 1944 di Rappang, Kabupaten Sidenreng Rappang, Sulawesi Selatan. Ia berasal dari keluarga keturunan Arab yang terpelajar. Ayahnya, Prof. Abdurrahman Shihab adalah seorang ulama dan guru besar dalam bidang tafsir. Abdurrahman Shihab dipandang sebagai salah seorang ulama, pengusaha, dan politikus yang memiliki reputasi baik di kalangan masyarakat Sulawesi Selatan. Kontribusinya dalam bidang pendidikan terbukti dari usahanya membina dua perguruan tinggi di Ujungpandang, yaitu Universitas Muslim Indonesia (UMI), sebuah perguruan tinggi swasta terbesar di kawasan Indonesia bagian timur, dan IAIN Alauddin Ujungpandang. Ia juga tercatat sebagai rektor pada kedua perguruan tinggi tersebut: UMI 1959-1965 dan IAIN 1972–1977.

Quraish Shihab adalah seorang ahli tafsir yang pendidik. Keahliannya dalam bidang tafsir tersebut untuk diabdikan dalam bidang pendidikan. Kedudukannya sebagai Pembantu Rektor, Rektor, Menteri Agama, Ketua MUI, Staf Ahli Mendikbud, Anggota Badan Pertimbangan Pendidikan, menulis karya ilmiah, dan ceramah amat erat kaitannya dengan kegiatan pendidikan. Dengan kata lain bahw ia adalah seorang ulama yang memanfaatkan keahliannya untuk mendidik umat. Hal ini ia lakukan pula melalui sikap dan kepribadiannya yang penuh dengan sikap dan sifatnya yang patut diteladani. Ia memiliki sifat-sifat sebagai guru atau pendidik yang patut diteladani. Penampilannya yang sederhana, tawadlu, sayang kepada semua orang, jujur, amanah, dan tegas dalam prinsip adalah merupakan bagian dari sikap yang seharusnya dimiliki seorang guru.

Informasi bibliografi