Politik lokal di Indonesia

Sampul Depan
Gerry Van Klinken, Henk Schulte Nordholt
Yayasan Pustaka Obor Indonesia, 2007 - 722 halaman
4 Resensi

Hampir satu dekade setelah peristiwa pada tahun 1998 yang penuh pergolakan itu, beberapa dari perubahan-perubahan yang dengan tergesa-gesa diperkenalkan itu ternyata hanya berumur pendek. Partai politik Orde Baru Golkar kembali berkuasa pada tahun 2004. Begitu pula seorang mantan jenderal di istana kepresidenan. Desentralisasi juga dimundurkan kembali sampai sejauh tertentu. Keamanan telah membaik. Buku ini adalah hasil dari sebuah proyek penelitian dua tahun.yang didasarkan pada Royal Netherlands Institute of Southeast Asian and Caribbean Studies (KITLV), dan diberi judul ‘Renegotiating boundaries; Local politics in post-Suharto Indonesia’ Penelitian ini mempersatukan 24 peneliti internasional - terutama dari Indonesia dan Belanda, tetapi juga dari Amerika Serikat, Australia, Jerman, Kanada, dan Portugal.

 

Apa yang dikatakan orang - Tulis resensi

Ulasan Pengguna - Tandai sebagai tidak pantas

politik lokal di indonesia

Ulasan Pengguna - Tandai sebagai tidak pantas

politik lokal di indonesia

Istilah dan frasa umum

Tentang pengarang (2007)

Gerry van Klinken adalah seorang peneliti bagi program penelitian KITLV yang akhirnya jadi buku ini. Bukunya mengenai konflik etnis yang terjadi di luar Jawa pasca-Orde Baru, Communal violence and democratisation in Indonesia; Small town wars, siap terbit pula. Setelah memperoleh MSc dalam bidang geofisika (Macquire University, Sydney, 1978), dia mengajar fisika di beberapa universitas di Malaysia dan Indonesia (1979-1991). Pada tahun 1996 dia beralih ke jurusan Asian Studies dengan disertasi PhD dari Griffith University, Brisbane, yang dipublikasikan dalam bentuk buku dengan judul Minorities, modernity and the emerging nation; Christians in Indonesia, a biographical approach (2003). Sejak itu dia mengajar dan melakukan riset di Australia, Indonesia, dan Belanda. Dia mengedit majalah triwulan Inside Indonesia sejak tahun 1996 hingga 2002 dan kerap mengomentari Indonesia lewat media massa. Penelitiannya yang terbaru menyangkut masalah hak asasi manusia, etnisitas, transisi pascakekuasaan, dan kenangan historis. klinken@kitlv.nl.

Henk Schulte Nordholt memimpin departemen penelitian KITLV, dan mengkoordinasikan program penelitian KITLV yang membuahkan buku ini. Ia mendapatkan PhD-nya dalam sains sosial dari Free University di Amsterdam dengan sebuah disertasi yang diterbitkan sebagai The spell of power; A history of Balinese politics: 1650-1940 (1996). Ia mengajar antropologi dan sejarah Asia di University of Amsterdam dari tahun 1985 sampai 2004. Bidang penelitian utama Schulte Nordholt meliputi sejarah Bali, kekerasan politik, antropologi penjajahan, dan politik kontemporer di Indonesia. Sejak tahun 2001 sampai 2004 ia mengkoordinasikan program penelitian Indonesia-Belanda Indonesia in Transition yang disponsori oleh KNAW. Ia telah menerbitkan 70 artikel (banyak di antaranya tersedia melalui www.creamofscience.org) dan 15 buku dan menjadi tamu reguler dalam program-program radio dan televise Belanda mengenai situasi politik Indonesia. Buku-bukunya antara lain Kriminalitas, identitas dan modernitas dalam sejarah Indonesia (2002), dan volume-volume yang diedit Outward appearances; Dressing state and society in Indonesia (1997) dan Time matters; Global and local time in Asian histories (bersama Willem van Schendel, 2001). schultenordholt@kitlv.nl


Informasi bibliografi