BorasihEffington Books, 20 Mar 2026 - 272 halaman Ketika kecantikan bukan lagi sebuah produk perawatan, melainkan sebuah ritus kuno perlawanan perempuan. Di kaki Bukit Ciambarang, dua perempuan bersua, dalam konflik seteru dua trah bisnis kosmetika raksasa. Galinggih di Timur, dan Wirasandi di Barat. Mereka adalah pewaris trauma dari pertikaian konflik dan politik Ciambarang. Sains dan spiritualitas. Bisnis dan trauma. Tradisi dan modernisasi. Borasih, sebuah novel tentang perempuan, intrik relasi kuasa, ramuan mistis, dan budaya patriarki yang menjerat kaum perempuan. |
Isi
Bagian 1 | 1 |
Bagian 2 | 13 |
Bagian 3 | 21 |
Bagian 4 | 37 |
Bagian 5 | 47 |
Bagian 6 | 59 |
Bagian 7 | 85 |
Bagian 8 | 101 |
Bagian 11 | 149 |
Bagian 12 | 157 |
Bagian 13 | 177 |
Bagian 14 | 191 |
Bagian 15 | 215 |
Bagian 16 | 227 |
Bagian 17 | 243 |
Bagian 18 | 257 |
Istilah dan frasa umum
akar cendana Ambalika Galinggih angin antioksidan arah aroma arsip ayahku ayahnya bahkan balik bicara bisnis boleh Borasih Galinggih Borasih Wirasandi botani Bukit Ciambarang bunga melati catatan cuma Darsa Wiwaha datang diam dirinya enzim Etnobotani fermentasi formula hadapannya herbal hutan Ciambarang hutan keramat Indira industri ingin jadi jantung hutan jejak Juanda Wirasandi kamu kapulaga kayu kecantikan kecil kekuasaan keluarga kenapa kini kosmetika kuasa kuno langgam Laras Wirasandi lelaki lirih luka Lulur Borasih mahkota dewa makhluk malam mata matanya melati membawa membuat menatap mengangguk menoleh menyimpan merasa meski mulai mungkin napas narasi nenek Nyai Imas Wirasandi Nyimas Pabrik Borasih pelan percaya perempuan-perempuan perlahan pernah peta pohon punya Raden Bayu Galinggih rahasia ramuan Raras Ratu Borasih rempah Rengkah Lindu ritus saat sebuah sejak sejarah sekadar Sekar dan Sinom Sekar Galinggih seolah serum sesuatu simbol Sinom Wirasandi soal suara tahu tangan tanpa terdengar Timur Trah Wirasandi tubuh perempuan tubuhnya wajah warisan Warsita Wicaksana yakin

