Ketimpangan Wilayah dan Kebijakan Penanggulangan di Indonesia: Kajian Isu Strategis, Historis dan Paradigmatis Sejak Pra Kolonial

Sampul Depan
Yayasan Pustaka Obor Indonesia, 2014 - 332 halaman

Apakah ketimpangan wilayah, ekonomi dan sosial di Indonesia menjadi masalah sosial? Para penentang berlindung pada argumen kelatahan ketimpangan selama pembangunan. Bahkan ketimpangan dinilai penting sebagai pelumas perdagangan dari wilayah maju ke wilayah tertinggal.

Argumen semacam itu dipatahkan melalui penelusuran sejarah panjang ketimpangan sejak tahun 1820. Pembahasan diperlebar pada banyak konteks pembangungan nasional dan regional. Juga ditelusuri komparasi paradigma teoretis untuk memperluas cakrawala konseptual.

Dari penelusuran yang mendalam dan luas disimpulkan ketimpangan seharusnya telah hilang dari bumi pertiwi. Ketimpangan yang terjadi saat ini menjadi masalah yang lebih kompleks, sehingga buku ini menyusun pemahaman dan kebijakan baru guna menanggulanginya.

 

Halaman terpilih

Isi

Bagian 1
1
Bagian 2
5
Bagian 3
7
Bagian 4
18
Bagian 5
26
Bagian 6
27
Bagian 7
28
Bagian 8
31
Bagian 13
77
Bagian 14
87
Bagian 15
90
Bagian 16
94
Bagian 17
106
Bagian 18
120
Bagian 19
122
Bagian 20
134

Bagian 9
36
Bagian 10
37
Bagian 11
47
Bagian 12
64
Bagian 21
177
Bagian 22
219
Bagian 23
246
Hak Cipta

Istilah dan frasa umum

Tentang pengarang (2014)

Ivanovich Agusta, doktor sosiologi pedesaan dari Institut Pertanian Bogor. Tulisannya tersebar di Kompas, Pikiran Rakyat, Suara Merdeka. Juga menulis di jurnal ilmiah dan sering menjadi pemrasaran dalam pertemuan ilmiah di dalam dan luar negeri. Email iagusta1970@gmail.com

Informasi bibliografi