Chappy Hakim adalah Kepala Staf Angkatan Udara tahun 2002 sampai dengan 2005. Era jabatannya diwarnai dengan beberapa peristiwa, antara lain, pada tahun 2003 Indonesia secara sepihak menghentikan perjanjian DCA (Defense Cooperation Agreement)/MTA (Military Training Area), antara Indonesia—Singa pura, dengan alasan sering meneri ma la poran tentang penyimpangan perjanjian antara lain seperti pelanggaran wilayah dan melibatkan pihak lain. Berikutnya, tanggal 3 Juli 2003 terjadi insiden saat pesawat terbang F-18 US Navy di-intercept oleh F-16 TNI AU di atas perairan kepulauan Bawean karena melintas tanpa izin (Nasional Kompas.com 2023). TNI Angkatan Udara berhasil mencetak rekor MURI dengan menerbitkan 100 judul buku kedirgantaraan dalam satu tahun, yang diakui sebagai “Best Publisher of the Year”, pada tahun 2003 (Liputan6. com 2003). Pada akhir masa jabatan atas dukungan penuh Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto berhasil mengusulkan Perwira Tinggi Angkatan Udara untuk menduduki jabatan Panglima TNI untuk pertama kali dalam sejarah. 449 CHAPPY HAKIM Pada tahun 2007 ketika terjadi banyak sekali kecelakaan pesawat terbang di Indonesia, Chappy Hakim ditunjuk Presiden RI memimpin Tim Nasional EKKT/Evaluasi Kecelakaan dan Keamanan Transportasi, melalui SK Presiden Nomor 3 tahun 2007 (antaranews.com 2007). Tahun 2016 ditugaskan sebagai CEO/Senior Advisor PT Freeport Indonesia. (The Jakartapost.com). Pada 9 Januari 2019, Marsekal TNI (Purn.) Chappy Hakim bersama beberapa teman dekat, antara lain Prof. Makarim Wibisono dan Prof. Ida Bagus Rahmadi Supancana menggagas pendirian Pusat Studi Air Power Indonesia (PSAPI). Pertemuan perdana yang melibatkan praktisi, akademisi, dan wartawan dengan minat di bidang kedirgantaraan berlangsung di Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Jakarta. PSAPI bertujuan menjadi mitra pemerintah dengan memberikan gagasan serta solusi terkait berbagai isu kedirgantaraan (id.wikipedia. org). Setelah pensiun dari dinas militer, Marsekal TNI (Purn.) Chappy Hakim telah menulis ratusan artikel dan puluhan buku yang sebagian besar membahas topik pertahanan dan penerbangan. Karya-karyanya tidak hanya tersedia di Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas), tetapi juga di berbagai perpustakaan internasional seperti Library of Congress di Washington D.C., Universitas Leiden di Belanda, dan Australian National University (ANU) Library di Canberra. Pada Agustus 2024, Chappy Hakim mengadakan pameran tunggal yang menampilkan 50 judul buku karyanya di Perpusnas, bekerja sama dengan Penerbit Buku Kompas (PBK). Pameran ini bertema “Menjaga Ibu Pertiwi dan Bapak Angkasa, Retired but not Expired” dan berlangsung dari 15 hingga 21 Agustus 2024. Sebagian besar buku yang dipamerkan berisi ulasan, analisis, dan pemikiran terkait kedirgantaraan dan pertahanan negara, sementara sisanya membahas topik kepemimpinan dan humaniora (jpnindonesia.com 2024)