Pre Wedding in Chaos

Sampul Depan
Bentang Pustaka, 12 Jan 2015 - 292 halaman
0 Resensi
Ulasan tidak diverifikasi, tetapi Google akan memeriksa dan menghapus konten palsu jika konten tersebut teridentifikasi

"Ayo kita menikah."

What? Apa sih yang barusan kuucapkan? Mengajak Raga menikah? Padahal menikah bukan prioritasku. Tapi rasanya jahat sekali kalau aku menarik ucapanku. Jelas-jelas aku melihat binar bahagia dari wajahnya, setelah seribu kali kutolak lamarannya.

Damn! But life must go on, Aria. Ketimbang kuping panas mendengar sindiran Mama dan ocehan Citra yang sudah kebelet nikah, tapi tidak dibolehkan Mama karena kakak perempuannya ini belum menikah. Mari, akhiri saja drama-desakan-menikah itu dengan menuruti keinginan mereka.

Namun, kekacauan itu terjadilah. Konsep acara, undangan, pakaian, catering. Ditambah lagi perbedaan prinsip antara aku dan Raga. OMG, kemana saja aku selama ini? Sudah pacaran sembilan tahun tapi belum mengenalnya luar-dalam.˙

Belum menikah saja sudah begini, bagaimana besok setelah tinggal serumah dan seumur hidup?

[Mizan, Bentang, Nikah, Pacar, Suami, Istri, Psangan, Muda, Indonesia]
 

Apa yang dikatakan orang - Tulis resensi

Kami tak menemukan resensi di tempat biasanya.

Isi

Bagian 1
1
Bagian 2
14
Bagian 3
29
Bagian 4
45
Bagian 5
60
Bagian 6
75
Bagian 7
87
Bagian 8
100
Bagian 14
184
Bagian 15
197
Bagian 16
210
Bagian 17
221
Bagian 18
234
Bagian 19
243
Bagian 20
255
Bagian 21
274

Bagian 9
116
Bagian 10
131
Bagian 11
147
Bagian 12
157
Bagian 13
169
Bagian 22
281
Bagian 23
284
Bagian 24
285
Hak Cipta

Istilah dan frasa umum

Tentang pengarang (2015)

Elsa Puspita makhluk Tuhan kelahiran 30 Desember 1991. Masih berdiam diri di Malang, kadang juga balik ke Palembang. Penikmat kopi, berusaha tobat jadi makhluk nokturnal, dan masih rutin berkhayal. Aktif ngoceh di @elpuspita atau kadang curhat colongan

Informasi bibliografi