Ruang Lingkup dan Praktik Mediasi Sengketa Ekonomi Syari’ah

Sampul Depan
Deepublish, 5 Sep 2018 - 241 halaman

Mediasi merupakan sebuah keniscayaan yang harus diterapkan oleh peradilan agama dalam menyelesaikan perkara sengketa ekonomi syari‟ah secara damai dalam rangka penerapan azas peradilan yang sederhana, cepat, dan biaya ringan. Oleh karena itu, mediator harus mengubah mindsetnya bahwa, pelaksanaan mediasi perkara sengketa ekonomi syari‟ah bukan sekedar untuk melaksanakan sebuah peraturan an sich, tetapi lebih jauh dari itu adalah agar penyelesaian sengketa antara pihak-pihak yang berpekara dalam sengketa ekonomi syari‟ah dapat dilaksanakan dengan jalan damai berdasarkan kesepakatan para pihak tersebut.  

Buku Ruang Lingkup dan Praktik Mediasi Sengketa Ekonomi Syari’ah ini diterbitkan oleh penerbit deepublish dan tersedia juga versi cetaknya.

Adanya mediasi dalam sengketa ekonomi syari‟ah bertujuan untuk mengembalikan pada puncak kesuksesan yang hakiki bagi pelakunya dalam berekonomi untuk mencapai kesejahteraan yang mencakup pada kebahagiaan (spiritual) dan kemakmuran (material)

pada tingkat individu masyarakat. Di samping itu, mediasi dalam sengketa ekonomi syari‟ah adalah untuk menyadarkan kepada pihak-pihak yang bersengketa pada 3 (tiga) pilar ekonomi syari‟ah, yakni : Pertama, bahwa aktivitas ekonomi yang berkeadilan dengan menghindari eksploitasi berlebihan, excessive hoarding, unprudactive, spikualif dan kesewenang-weangan. Kedua, Adanya kesinambungan aktivitas di sector riil financial, pengelolaan risk return, aktivitas bisnis-sosial, aspek spiritual material dan asas

manfaat dan kelestarian lingkungan. Ketiga, orientasi pada yang berarti melindungi keselamatan kehidupan beragama, proses regenerasi, serta perlindungan keselamatan jiwa, harta, dan akal. 

Adapun asas mediasi dalam sengketa ekonomi syari‟ah adalah untuk mengembalikan 4 (empat) pilar fondasi ekonomi syari‟ah, yakni: Pertama, akidah yang menimbulkan kesadaran bahwa setiap aktivitas manusia memiliki akuntabilitas ketuhanan, sehingga menumbuhkan integritas yang sejalan dengan prinsip market discipline. Kedua, kaidah syari’ah (hukum muamalah di bidang ekonomi) yang mebimbing aktivitas ekonomi sesuai syari‟ah. Ketiga, meletakkan tata hubungan bisnis dalam konsep kesetiakawanan (ukhuwah) guna kesuksesan bersama, dan Ke-empat, akhlak yang membimbing aktivitas ekonomi senantiasa mengedepankan kebaikan sebgai cara mencapai tujuan. 


Apa yang dikatakan orang - Tulis resensi

Kami tak menemukan resensi di tempat biasanya.

Tentang pengarang (2018)

Dr. AHMAD MUJAHIDIN, SH., MH., lahir di  Demak pada tanggal 10 Mei 1968. Di tempat kelahirannya dia menyelesaikan pendidikan dasar SD, SLTP dan SLTA. Sedangkan S1 di Fakultas Syari‟ah IAIN Walisongo Semarang lulus tahun 1993, dan S2 di Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar dalam studi ilmu hukum lulus Tahun 2001, kemudian melanjutkan studi S3 Program Doktor Ilmu.Hukum (PDIH) di Universitas Diponegoro (UNDIP) Semarang dengan Promotor Prof. Dr. Satjipto Rahardjo, SH., dan Penyetaraan Gelar Linier Sarjana Hukum. Peradilan Agama menjadi pilihan pengabdiannya, mulai dari Hakim Pengadilan Agama Kelas II Waikabubak NTT (1994-2004), Wakil Ketua Pengadilan Agama Kelas II Waingapu NTT (2004-2006),
Ketua Pengadilan Agama Kelas II Ende NTT (2006-2007), Ketua Pengadilan Agama Kelas IB Kupang (2008), Hakim Pengadilan Agama Kelas IA Jember Jawa Timur (2008-2009), Bertugas Sebagai Peneliti dan Pengajar pada Badan Litbang Diklat Kumdil
MA-RI (2009-2013), Ketua Pengadilan Agama Kelas IA Sleman Yogyakarta (2013-2017) dan Wakil Ketua Pengadilan Agama Kelas IA Khusus Jakarta Timur (2017-sekarang). Doktor lulusan Universitas Diponegoro Semarang ini telah menulis dan menerbitkan beberapa buku: (1) Peradilan Satu Atap di Indonesia, (2) Potret, Kritik dan Solusi Alternatif Penegakan Hukum di Indonesia, dan (3) Pembaharuan Hukum Acara Perdata Peradilan Agama dan Mahkamah Sar‟iyah di Indonesia (lengkap dengan
contoh blanko perkara), (4). Prosedur Penyelesaian Sengketa Ekonomi Syari‟ah di Indonesia, dan terakhir (5). Ruang Lingkup Mediasi Sengketa Ekonomi Syari‟ah. Di samping menulis buku, tulisan-tulisannya dalam bentuk artikel telah banyak dimuat di
Bulletin Peradilan, Majalah Varia Peradilan, Suara Uldilag, Mimbar Hukum, dan lain-lain.

Informasi bibliografi