Peningkatan Kualitas Hidup Ibu NifasSetelah melahirkan seorang wanita akan memasuki masa yang disebut masa nifas. Masa nifas yaitu masa pemulihan ibu setelah proses kehamilan dan melahirkan, yang biasanya berlangsung selama enam minggu. Selama masa ini, kondisi tubuh seorang ibu umumnya masih lemah dan belum terlalu kuat untuk melakukan aktivitas-aktivitas hariannya. Di samping itu, selama masa nifas seorang ibu juga masih merasakan nyeri di beberapa bagian tubuh, oleh karena itu diperlukan langkah-langkah perawatan yang tepat pada masa ini, agar kondisi tubuh sang ibu dapat pulih. Selain kondisi tubuh atau fisik, hal lain yang perlu diperhatikan selama masa nifas adalah kondisi kejiwaan atau psikologis ibu. Pada masa nifas seorang ibu membutuhkan dukungan dari berbagai pihak di sekelilingnya. Terutama pada ibu yang baru pertama kali mengalami proses melahirkan, dimana ibu tentu merasakan berbagai perasaan yang bercampur aduk, seperti kebahagian dan haru karena hadirnya seorang bayi, serta perasaan bingung karena hal tersebut merupakan pengalaman yang baru dialaminya. Untuk itu, kondisi psikologis seorang ibu perlu dipantau dan diberi dukungan, karena tidak jarang kurangnya pantauan dan dukungan terhadap kondisi psikologis ibu pada masa nifas, dapat berakibat fatal yang berujung pada kematian. Berbagai permasalahan kesehatan fisik dapat dialami ibu pada masa nifas, seperti kelelahan, nyeri perineum, sakit punggung, puting pecah-pecah, seksio sesarea, wasir, sakit kepala, sembelit, inkontinensia uri, gangguan tidur, kurangnya gairah seksual, dan hubungan seksual yang menyakitkan. Rasa sakit tersebut dapat membatasi ibu untuk melaksanakan tugas-tugas rutin. Permasalahan kesehatan cenderung lebih banyak di pedesaan dan di kalangan berpendidikan rendah. Persentase bayi berat badan lahir rendah (BBLR) di pedesaan juga lebih tinggi daripada di perkotaan. Kebanyakan juga anak balita dari petani, buruh nelayan dan keluarga yang tidak bekerja, memiliki persentase yang lebih tinggi mengalami BBLR. Dari penjelasan di atas terlihat suatu kecenderungan dimana, semakin tinggi tingkat pendidikan dan status ekonomi, maka semakin rendah pula persentase BBLR sebaliknya semakin rendah tingkat pendidikan dan status ekonomi, maka semakin tinggi pula persentase BBLR. Beberapa permasalahan kesehatan yang timbul di masa kehamilan dan nifas menjadi faktor kendala pencapaian kualitas hidup yang baik bagi ibu nifas. Kualitas hidup yang baik terdiri dari banyak faktor, yang meliputi faktor biologis, psikologis, sosial, kultural dan spiritual. Kualitas hidup yang baik hanya dapat terjadi bila tujuan pelayanan kesehatan bisa tercapai. |

