KONSTRUKSI TASAWUF PADA PENDIDIKAN MODERN: Bangunan Integrasi Ideal Pendidikan melalui Konsep Trisula: Pesantren, Perguruan Tinggi dan Tasawuf

Sampul Depan
CV Cendekia Press, 16 Des 2024 - 234 halaman

Penerapan tasawuf pada pendidikan modern merupakan pendekatan integratif yang ideal dalam membangun sistem pendidikan yang holistik melalui konsep trisula (pesantren, perguruan tinggi, dan tasawuf). Pesantren menjadi basis moral dan spiritual, yang merupakan fondasi pendidikan nusantara dengan identitas dan budaya luhurnya; perguruan tinggi menyediakan keilmuan dan teknologi dengan bentuk kelas-kelas bersistem modern; sementara tasawuf menawarkan dimensi etika, kebijaksanaan, dan pengendalian diri, yang merupakan nilai ilahiah. Dengan demikian, melalui integrasi ini dapat menyatukan akal, wahyu dan spiritual pada spirit trisula. 

Integrasi tersebut bertujuan menciptakan generasi yang tidak hanya unggul dalam pengetahuan, tetapi juga berkarakter mulia dan berkepribadian seimbang. Dalam pendidikan modern, konsep ini dapat menghasilkan individu yang tidak hanya kompeten secara intelektual, tetapi juga mampu membawa harmoni di tengah tantangan dunia global.

Dengan mengusung spirit trisula, buku Kontruksi Tasawuf pada Pendidikan Modern ini hadir dengan menawarkan formulasi baru ideal tentang sistem pada lembaga pendidikan dalam menyongsong era modern. Uraian dalam setiap babnya mengandung sumbangsih akademik, emosional dan spiritual yang tinggi untuk mengarahkan manusia modern ke jalan yang seharusnya melalui lembaga pendidikan.


 

Halaman terpilih

Istilah dan frasa umum

Tentang pengarang (2024)

Dr. H. Amir Maliki Abitolkha, M.Ag., lahir di Brebes pada tanggal 8 November 1971. Penulis merupakan pendidik di perguruan tinggi, yang dikenal juga sebagai sosok yang difigurkan oleh masyarakat. Saat ini, Ia menjadi dosen tetap di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya pada fakultas Tarbiyah dan Keguruan, sekaligus salah satu pengasuh di pesantren Dar’ al-Ulum Jombang. Berkat pengalaman dan kepiawaiannya, Ia disebut sebagai dewan pakar pendidikan Islam, dan di saat yang sama menjadi penggagas serta pengembang konsep trisula pada pendidikan modern. 

Selain mengajar di UIN Sunan Ampel sampai sekarang, Abitolkha juga aktif pada kegiatan-kegiatan profesional. Ia ditunjuk sebagai ketua yayasan Pendidikan Babussalam (1996-sekarang), wakil ketua Badan Amil Zakat Kabupaten Jombang (2008-sekarang), Instruktur Diklat Kependidikan (2007-sekarang), dan Asesor Badan Akreditasi Perguruan Tinggi sejak 2010 sampai sekarang. Bukan hanya itu, Ia juga menduduki peran penting pada banyak organisasi profesi seperti tim ahli LSM Peduli Pendidikan, tim ahli ICHDREI Jombang, dan ketua IKA PMII Jombang.

Informasi bibliografi