MENUMBUHKAN KARAKTER KONTROL DIRI ANAK MELALUI PERMAINAN TRADISIONAL

Sampul Depan
CV. Resitasi Pustaka, 25 Des 2020 - 131 halaman
0 Resensi
Ulasan tidak diverifikasi, tetapi Google akan memeriksa dan menghapus konten palsu jika konten tersebut teridentifikasi
Era globalisasi telah membawa banyak perubahan dalam setiap sisi kehidupan, salah satunya perubahan kehidupan perilaku sosial yang menuntut orang untuk memiliki pengendalian diri. Akhir-akhir ini, permasalahan karakter kontrol diri seperti maraknya kasus bullying, kenakalan anak, dan remaja serta kekerasan di sekolah semakin menyita perhatian dan semakin mengkhawatirkan. Hasil survei yang dilakukan oleh UNESCO (2019: 17) menyampaikan sebanyak 32% siswa pernah mengalami kasus bullying oleh teman sekolah paling tidak satu kali. Masalah-masalah karakter di atas dikarenakan kurang dipupuknya karakter kontrol diri pada anak. Banyak cara yang dapat digunakan untuk menumbuhkan karakter kontrol diri dengan tetap memperhatikan budaya yang dimiliki oleh Indonesia, salah satunya dengan permainan tradisional yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia dan mengandung nilai-nilai luhur. Permainan tradisional tersebut seperti permainan Jethungan, Merkerang, Matembing Gandongan, Bagimpar, dan Gunung. Selain mengandung nilai-nilai luhur, permainan tradisional selaras dengan karakteristik pembelajaran yang efektif, yaitu kaya variasi, kaya stimulasi, menyenangkan, operasional konkret, berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, kolaborasi, dan memuat nilai-nilai karakter terutama karakter kontrol diri. Permainan tradisional tersebut dikemas dalam sebuah modul sebagai upaya untuk menumbuhkan karakter kontrol diri dengan permainan-permainan tradisional. Modul ini tepat bagi Anda sebagai pendidik atau fasilitator yang ingin merancang sendiri model pembelajaran tersebut
 

Apa yang dikatakan orang - Tulis resensi

Kami tak menemukan resensi di tempat biasanya.

Isi

Bagian 1
Bagian 2
Bagian 3
Bagian 4
Bagian 5
Bagian 6
Bagian 7
Bagian 8
Bagian 9
Bagian 10
Bagian 11
Bagian 12
Bagian 13
Bagian 14
Hak Cipta

Istilah dan frasa umum

Tentang pengarang (2020)

Hilary Relita Vertikasari Sekarningrum atau akrab dipanggil Relita, berasal dari Yogyakarta. Penulis saat ini merupakan Mahasiswi Program studi Pen didikan Guru Sekolah Dasar Universitas Sanata Dharma, yang mempunyai keinginan yang kuat un tuk menggeluti dunia pendidikan karakter. Untuk mencapai keinginan tersebut, penulis mengikuti kegiatan-kegiatan pengembangan karakter seperti Inisiasi Sanata Dharma (2017), Inisiasi Fakultas (2017), Inisiasi Prodi (2017), Pendampingan Pe ngembangan Kepribadian dan Metode Belajar I (2017), Kursus Mahir Dasar (2018), Pendampingan Pengembangan Kepribadian dan Metode Belajar II (2018), Weekend Moral (2018), panitia Parade Gamelan Anak XI (2018), peserta seminar menghadapi perubahan revolusi 4.0 (2018), dan Panitia Parade Gamelan Anak XII (2019). Di masa kecilnya, penulis sering bermain menggunakan permainan tradisional, seperti Lumpatan, Gobag Sodor, dan Eng klek. Menurut penulis, permainan tradisional merupakan kekayaan budaya yang memiliki banyak manfaat terlebih sebagai upaya menumbuhkan karakter pada anak. Permainan tradisional harus dilestarikan dan dikenalkan kepada anak-anak. Oleh karena itu, penulis membuat modul permainan tradisional sebagai salah satu upaya menumbuhkan karakter anak. Modul permainan tra-disional ini disusun ketika penulis sedang dalam proses menyelesaikan studi S1.

Gregorius Ari Nugrahanta lahir di Sleman, Yogyakarta, pernah belajar di STF Drijarkara, Jakarta, Universitas Gregoriana di Roma, Hochschule für Philosophie di München. Sejak 2007 ia mengajar di program studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta. Ia juga pernah menjadi ketua program studi di PGSD yang sama. Sejak kecil ia memiliki perhatian besar terhadap berbagai permainan tradisional. Banyak sekali permainan tradisional yang dirasakan sangat bermanfaat dalam mengembangkan olah cipta, olah rasa, dan olah karsa.

Informasi bibliografi