Perencanaan Produksi dan Pengendalian Persediaan: Edisi RevisiAgustina Eunike, Nasir Widha Setyanto, Rahmi Yuniarti, Ihwan Hamdala, Rio Prasetyo Lukodono, Angga Akbar Fanani Universitas Brawijaya Press, 31 Mei 2021 - 310 halaman Perencanaan produksi dan pengendalian persediaan pada perusahaan ditunjukkan pada aktivitas pada saat merencanakan dan mengendalikan material masuk dalam sistem produksi (bahan baku,bahan pembantu), mengalir dalam sistem produksi (komponen,subassembly), dan keluar dari sistem produksi (produk jadi, spare parts) sehingga permintaan pasar dapat dipenuhi dengan efektif dan efisien (jumlah yang tepat, waktu penyerahan yang tepat dan biaya produksi yang minimum). Demand pada perusahaan dilakukan melalui tahan peramalan. Peramalan adalah prediksi, proyeksi, atau estimasi terjadinya suatu kejadian atau aktivitas yang tidak pasti di masa depan. Hasil dari peramalan selanjutnya dilakukan penyusunan agregrat. Perencanaan agregat dapat diartikan sebagai perencanaan yang mengatur sumber daya secara bruto untuk memenuhi total permintaan dari semua item produk yang mempergunakan sumber daya atau fasilitas secara bersama. MPS sebagai lanjutan dari agregrat adalah MasterProduction Schedule (MPS) merupakan jadwal yang disusun untuk mengetahui kondisi masing-masing barang yang akan diproduksi, kapan barang tersebut akan dibutuhkan, berapa banyak yang dibutuhkan, sehingga dapat digunakan sebagai landasan penyusunan MRP. Material requirement planning (MRP) dapat didefinisikan sebagai prosedur logis yang berupa aturan dan keputusan untuk menerjemahkan MPS menjadi net requirement dari semua material. Sistem MRP dapat membantu perusahaan untuk menyelesaikan permasalahan penentuan kebutuhan material yang bersifat dependen dengan lebih baik dan efisien. Tahapan independent demand adalah permintaan terhadap material yang tidak terkait dengan bill of material. Tahapan independent demand dikenal sebagai inventory deterministik dan probabilistik. Pengaturan yang dilakukan perusahaan ini bertujuan untuk melindungi kelangsungan produksi dan pemenuhan permintaan pelanggan dari ketidakpastian pasokan (supply), permintaan (demand) dan lead time (waktu yang dibutuhkan untuk memenuhi permintaan/ order), menunjang proses produksi dan pembelian yang efisien dan ekonomis, untuk mengantisipasi perubahan mendadak dari permintaan (demand) dan pasokan (supply). |
Isi
BAB 2 SISTEM PERSEDIAAN UNTUK PERMINTAAN INDEPENDEN MODEL DETERMINISTIK | 21 |
BAB 3 SISTEM PERSEDIAAN UNTUK PERMINTAAN INDEPENDEN MODEL PROBABILISTIK | 51 |
BAB 4 PERAMALAN PERMINTAAN | 101 |
BAB 5 PERENCANAAN AGREGAT | 141 |
BAB 6 JADWAL INDUK PRODUKSI JIP | 167 |
BAB 7 MASTER REQUIREMENT PLANNING MRP | 185 |
BAB 8 JUSTINTIME | 211 |
BAB 9 PERENCANAAN KAPASITAS | 227 |
BAB 10 THEORY OF CONSTRAINTS TOC | 255 |
| 281 | |
TIM PENYUSUN | 283 |
Istilah dan frasa umum
20 unit adanya aktivitas bahan baku barang batch berdasarkan berikut biaya penyimpanan biaya persediaan biaya pesan biaya simpan bottleneck bulan constraint Continuous Review Contoh data historis datang Demand deterministik dibutuhkan digunakan dilakukan diperoleh diproduksi distribusi normal Dokumen penulis Tabel eror Exponential Smoothing faktor hasil peramalan Imax indeks musim informasi inventory item Iterasi jenis produk jumlah pemesanan kanban kebijakan persediaan kekurangan kondisi konsumen material Matriks melakukan pemesanan memiliki menggunakan Metode minggu Molding nilai operasi parameter penentuan pengendalian produksi pengiriman peramalan permintaan perencanaan agregat perencanaan dan pengendalian Perencanaan Kapasitas perencanaan produksi Periodic Review permintaan aktual permintaan selama lead perusahaan pesanan planned order PoRel probabilistik probabilitas Production produk akhir rata-rata reorder point safety stock sebesar selama lead time service level sistem operasi sistem produksi Sistem R Sistem s standar deviasi stasiun kerja Sumber terjadi Tersine tingkat total biaya Toyota tren Universitas Brawijaya work center zona
