Islamku Islam Anda Islam Kita Agama Masyarakat Negara DemokrasiThe Wahid Institute, 28 Mar 2026 - 451 halaman Bahwa “Tuhan tidak perlu dibela”, itu sudah dinyatakan oleh Abdurrahman Wahid alias Gus Dur dalam suatu tulisannya yang kemudian menjadi judul salah satu buku kumpulan karangannya yang diterbitkan beberapa tahun lalu. Tapi, bagaimana dengan umat-Nya atau manusia pada umumnya? “Merekalah yang sebenarnya justru perlu dibela” ketika mereka menuai ancaman atau mengalami ketertindasan dalam seluruh aspek kehidupan, baik politik, ekonomi, sosial, budaya dan agama. Konsekuensi dari pembelaan, adalah kritik, dan terkadang terpaksa harus mengecam, jika sudah melewati ambang toleransi. “Pembelaan”, itulah kata kunci dalam esai-esai kumpulan tulisan Abdurrahman Wahid kali ini. Maka, bisa dikatakan, esai-esai ini berangkat dari perspektif korban, dalam hampir semua kasus yang dibahas. Wahid tidak pandang bulu, tidak membedakan agama, etnis, warna kulit, posisi sosial, agama apapun untuk melakukannya. Bahkan, Wahid tidak ragu untuk mengorbankan image sendiri—sesuatu yang seringkali menjadi barang mahal bagi mereka yang merasa sebagai politisi terkemuka— untuk membela korban yang memang perlu dibela. Maka orang sering terkecoh bahwa seolah Wahid sedang mencari muka ketika harus mengorbankan dirinya sendiri. Munculnya tuduhan sebagai ketua ketoprak, klenik, neo-PKI, dibaptis masuk Kristen, kafir, murtad, agen Zionis Yahudi dan sebagainya, tidak akan menjadi beban bagi dirinya ketika harus membela korban. |
Isi
| 8 | |
Islam dan Formalisme Ajarannya | 21 |
Agama Populer Ataukah Elitis? | 34 |
Gerakan ataukah Kultur? | 63 |
Negara Islam Adakah Konsepnya? | 81 |
Negara dan Kepemimpinan dalam Islam | 96 |
Perjuangan Etis ataukah Ideologis? | 111 |
Penafsiran Kembali Kebenaran Relatif | 124 |
ISLAM TENTANG KEKERASAN | 289 |
Negeri Kita | 295 |
NU dan Terorisme Berkedok Islam | 304 |
Bali dan Islam | 310 |
Benarkah Baasyir Teroris? | 319 |
Kepala Sama Berbulu Pendapat LainLain | 329 |
Memandang Masalah dengan Jernih | 336 |
ISLAM PERDAMAIAN | 353 |
Islam dan Idiosinkrasi Penguasa | 138 |
Ras dan Diskriminasi di Negara Ini | 151 |
Islam Moralitas dan Ekonomi | 164 |
antara Birokrasi dan Pasar Bebas | 180 |
Ekonomi Rakyat ataukah Ekonomi Islam? | 196 |
ISLAM PENDIDIKAN | 221 |
Perdamian Belum Terwujud Di Timur Tengah | 360 |
Kita dan Pemboman Atas Irak | 370 |
Adakah Perdamaian Di Irak? | 378 |
Haruskah Ada Kesepakatan? | 392 |
Sebuah Kemungkinan Memper | 400 |
Edisi yang lain - Lihat semua
Islamku Islam Anda Islam Kita Agama Masyarakat Negara Demokrasi Abdurrahman Wahid Pratinjau terbatas - 2026 |
Istilah dan frasa umum
Abdurrahman Wahid Abu Bakar Ba'asyir adagium adanya ajaran al-Qurân Amerika Serikat Arab ayat Barat belaka berarti berbagai bersifat boleh budaya Bukankah bukannya bunga bank cara datang dianggap dilakukan diperlukan fiqh gagasan gerakan globalisasi Gus Dur hingga hukum Ibnu Taimiyyah ideologi inilah internasional Irak Israel Jadi jelas justru kalangan kalian kapitalisme Karenanya kawasan keadilan kebijakan kehidupan kekerasan kekuasaan kelompok kenyataan kepemimpinan kepentingan kesejahteraan kitab suci al-Qur'ân konsep kultural Lee Kuan Yew lembaga masalah maupun melakukan melalui memang memiliki mengenai menggunakan menunjukkan menyatakan Muhammad mungkin muslim muslimin Nabi Nahdlatul Ulama nasional negara-negara orang-orang organisasi orientasi Padahal paling pandangan Partai pemerintahan pemikiran pemimpin penafsiran pendapat pendekatan penguasa penulis perbedaan perdamaian pernah pertanyaan pesantren pihak Presiden proses saat Saddam Hussein sebenarnya sebuah sejarah sesuatu sikap sistem Sunni syari'ah Syi'ah tanpa tentu terjadi termasuk teroris terorisme tindakan tokoh ulama Umar Umar bin Khattab umat upaya Wahid warga
