Qira’ah Mubadalah

Sampul Depan
IRCiSoD, 2021 - 616 halaman

Qirā’ah mubādalah telah membantu mengatasi ketatnya aturan gender dalam bahasa Arab, yang membuat teks-teks keislaman sangat maskulin menjadi seimbang. Cara baca ini telah memungkinkan lahirnya narasi Islam yang menempatkan laki-laki dan perempuan setara sebagai manusia. Ini adalah capaian sangat penting, mengingat ketimpangan relasi gender dapat diperbaiki menjadi seimbang. Karenanya, laki-laki dan perempuan sama-sama berhak memperoleh kemaslahatan dan terhindar dari kemafsadatan.


Relasi gender memang menyebabkan perempuan tidak memperoleh kemaslahatan dan terhindar dari kemafsadatan sebagaimana laki-laki. Selain itu, relasi yang timpang juga mengabaikan kondisi khas perempuan yang berbeda dengan laki-laki, baik secara biologis maupun sosial. Qirā’ah mubādalah telah berhasil mendorong kesadaran bahwa laki-laki dan perempuan adalah sama-sama manusia seutuhnya. Namun, kesadaran ini mesti dilanjutkan dengan kesadaran tentang pentingnya mempertimbangkan kekhasan kedua belah pihak dalam perumusan kemaslahatan dan kemafsadatan. Terutama, kekhasan perempuan sebagai pihak yang telah lama tidak diperhitungkan kemanusiaannya secara penuh.

 

Halaman terpilih

Isi

Bagian 21
268
Bagian 22
325
Bagian 23
352
Bagian 24
354
Bagian 25
374
Bagian 26
429
Bagian 27
439
Bagian 28
459

Bagian 9
55
Bagian 10
61
Bagian 11
65
Bagian 12
66
Bagian 13
69
Bagian 14
73
Bagian 15
74
Bagian 16
77
Bagian 17
98
Bagian 18
117
Bagian 19
208
Bagian 20
221
Bagian 29
521
Bagian 30
529
Bagian 31
537
Bagian 32
549
Bagian 33
569
Bagian 34
580
Bagian 35
587
Bagian 36
590
Bagian 37
592
Bagian 38
595
Hak Cipta

Istilah dan frasa umum

Informasi bibliografi