Kesehatan Reproduksi Remaja dan Perencanaan Masa Depan

Sampul Depan
Penerbit NEM, 15 Agu 2022 - 101 halaman

Negara Indonesia menurut data United Nations Department of Economic and Sosial Affairs (UNDESA) berada di urutan ke-37 di dunia untuk jumlah pernikahan dini terbanyak dan menempati posisi ke-2 di Asia Tenggara setelah Kamboja. Efek dan konsekuensinya pernikahan dini mengarah ke awal kehamilan yang meningkatkan risiko komplikasi selama kehamilan dan persalinan, yang juga meningkatkan risiko kematian atau komplikasi serius yang berlangsung lama untuk anak perempuan di awal dan remaja tengah.

Buku ini membahas tentang konsep remaja, pengenalan organ reproduksi, kesehatan reproduksi, masalah kesehatan reproduksi, pendewasaan usia perkawinan, dan perencanaan keluarga. Dalam buku ini juga diuraikan tentang aplikasi Jalinan Kasih berbasis android yang dapat digunakan remaja untuk menambah pengetahuan tentang kesehatan reproduksi remaja dan melakukan konseling melalui fitur chat yang telah disediakan. Pembaca khususnya remaja putri, mahasiswa, dan praktisi kesehatan dapat menambah pengetahuan dan pemahaman mengenai pentingnya kesehatan reproduksi, pendewasaan usia perkawinan, dan perencanaan keluarga bagi remaja.

 

Isi

01 BAB 1 KONSEP REMAJApdf p921
1
02 BAB 2 KESEHATAN REPRODUKSIpdf p2238
14
03 BAB 3 REMAJA AWALpdf p3952
31
04 BAB 4 REMAJA TENGAHpdf p5375
45
05 BAB 5 REMAJA AKHIRpdf p7685
68
06 BAB 6 APLIKASI JALINANpdf p8697
78
07 TENTANG PENULISpdf p9899
90
Hak Cipta

Istilah dan frasa umum

Tentang pengarang (2022)

Lusi Andriani, S.S.T., M.Kes., lahir di Kepahiang, 19 Agustus 1980. Lulus Diploma III Kebidanan tahun 2001 di Akbid Depkes Bengkulu. Studi lanjut D-IV Bidan Pendidik lulus tahun 2005 di Universitas Padjajaran Bandung. Studi lanjut Magister Promosi Kesehatan Peminatan Kesehatan Reproduksi dan HIV-AIDS lulus tahun 2012 di Universitas Diponegoro Semarang. Bekerja sebagai Staf di Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Bengkulu dari tahun 2002-2005. Bekerja sebagai Dosen di Jurusan Kebidanan dari tahun 2006-sekarang. Saat ini penulis bekerja sebagai Dosen Tetap di Jurusan Kebidanan Prodi Sarjana Terapan Kebidanan. Selain sebagai Dosen, penulis juga sebagai Pembina UKM Pusat Informasi dan Konseling (PIK) M Hygea Poltekkes Kemenkes Bengkulu dan Ketua Editor Jurnal Media Kesehatan dan Jurnal Besurek Jidan di Poltekkes Kemenkes Bengkulu. Saat ini penulis tinggal di Kota Bengkulu dan menyediakan sarana korespondesi melalui email: lusianto80@gmail.com.

Dr. Demsa Simbolon, S.K.M., M.K.M., lahir di Sumatera Utara pada tanggal 17 Agustus 1976. Tahun 1994-1998 menempuh pendidikan S1 di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara. Tahun 1999 melanjutkan pendidikan di Universitas Negeri Medan (UNIMED) untuk mendalami ilmu AKTA mengajar IV. Tahun 2000, diangkat sebagai Dosen PNS di Akademi Keperawatan Depkes Curup, Bengkulu. Tahun 2003-2005 melanjutkan pendidikan S2 Pascasarjana di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) bidang keilmuan Kesehatan Masyarakat Departemen Biostatistik dan Kependudukan. Tahun 2009-2012 melanjutkan pendidikan S3 di program Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) dengan peminatan Ilmu Kesehatan Masyarakat bidang Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) dan Gizi. Saat ini selain aktif sebagai Dosen di Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Bengkulu, juga aktif kegiatan penelitian dan pengabdian masyarakat. Menulis artikel penelitian dan buku, mengikuti seminar dan berbagai pertemuan ilmiah di bidang kesehatan masyarakat. Saat ini penulis tinggal di Bengkulu dan menyediakan sarana korespondesi melalui email: demsa_ui03@yahoo.com.

Frensi Riastuti, S.Sos., lahir di Airbang Curup (Kab. Rejang Lebong Provinsi Bengkulu) pada tanggal 27 April 1986. Tahun 2004-2009 menempuh Pendidikan di Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Lampung. Tahun 2020-2022 melanjutkan studi di Jurusan Kesejahteraan Sosial Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Bengkulu. Dalam bidang pekerjaan, mulai bekerja di Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Nasional Provinsi Bengkulu di tahun 2010 khususnya di Bidang Pelatihan, Penelitian dan Pengembangan di jabatan fungsional Peneliti. Namun sejak tahun 2021 setelah terbentuknya Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN), di mana jabatan fungsional peneliti dialihkan seluruhnya ke lembaga tersebut, kemudian penulis memilih untuk tetap mengabdi di Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu dengan jabatan fungsional baru sebagai Penata Kependudukan dan Keluarga Berencana (KKB) hingga sekarang.

Informasi bibliografi