Maha duka Aceh: antologi puisiPusat Dokumentasi Sastra H.B. Jassin, 2005 - 194 halaman |
Istilah dan frasa umum
26 Desember Acehku Agung Yudha Ahad Ahmad Yulden Erwin Air bergelombang air mata alam badai tsunami Baiturrahman Banda Aceh bangkai bayi-bayi bencana bergelimpangan Binhad Nurrohmat bumi cahaya cakrawala cinta cut imah kecil darah De'Na derita duka dzikir Eka Budianta Engkau entah gelombang gempa gemuruh hati hilang hingga hitam hujan Inong Isbedy Stiawan ZS jadi jangan Januari jeumpa jiwa kafan kain kafan kalian kehilangan kelam kematian kepedihan kini kota kota Banda Aceh Kurnia Effendi langit laut lautan luka lumpur maha mata kami terus matahari mati mau kita dustakan maut mayat mayat-mayat Medy Loekito membusuk memerah air membuncah menangis menerjang Mengubur menjelma meski Meulaboh mungkin murka Nangroe Nangroe Aceh Darussalam nyanyian nyawa nyeri ombak pagi pantai pasang pecah perahu perih pernah pilu puisi puluhan ribu punya rencong reruntuhan ribuan saat sajak saudara saudara-saudara saudaraku sejarah senja serambi mekah Sumatera Utara sunyi tangis tanpa tubuh tubuhmu Tuhan ujung wahai wajah

