Kesehatan Mental E-generationAriesa Pandanwangi, Priska Analya, Heliany Kiswantomo, Kristin Rahmani, Meilani Rohinsa, C.M. Indah Soca R. Kuntari, Maria Yuni Megarini Cahyono, Tessalonika Sembiring, Evany Victoriana, Ira Adelina, Endeh Azizah, O. Irene Prameswari Edwina, Gianti Gunawan, Destalya Anggrainy, Missiliana Riasnugrahani, Anissa Lestari Kadiyono, Lie Fun Fun, Indah Puspitasari, Ida Ayu Nyoman Kartikawati, Marissa Chitra Sulastra, Roselli Kezia Ausie, Vida Handayani, Ni Luh Ayu Vivekananda, Jacqueline Tjandraningtyas, Meta Dwijayanthy, Serena Wijaya, Trisa Genia Chrisantiana Zega, Rosida Tiurma Manurung, Ira Adriati Zahir Publishing - 467 halaman Kesehatan mental generasi internet memang menjadi perhatian penting pada saat ini. Dengan semakin berkembangnya teknologi dan penggunaan media digital, banyak anak muda dan remaja menghadapi tantangan unik yang dapat memengaruhi kesehatan mental mereka. Media sosial dan internet acap kali menampilkan gambaran yang tidak realistis tentang kehidupan, kecantikan, dan kesuksesan, yang dapat menyebabkan perasaan rendah diri, kecemasan, dan depresi. Penyebaran ujaran kebencian, hinaan, atau ancaman secara daring dapat menyebabkan trauma dan gangguan mental. Penggunaan berlebihan terhadap media sosial, game online, dan perangkat digital dapat mengurangi interaksi sosial langsung dan menyebabkan isolasi sosial serta gangguan tidur. Media sosial memudahkan perbandingan diri dengan orang lain, yang sering kali memperburuk perasaan tidak puas dan cemas. Banyak generasi muda yang belum cukup memahami pentingnya menjaga keseimbangan penggunaan internet serta mengenali tanda-tanda gangguan mental. Buku ini diharapkan dapat mengedukasi generasi internet agar dapat memiliki kesehatan mental yang baik. |
Isi
Psychological WellBeing Lansia Pada Era Digitalisasi | 161 |
Coaching Personal Branding sebagai Intervensi | 179 |
Peran Pendidik dalam Menjaga Kesehatan Mental Peserta | 217 |
Panggilan dan Perilaku Kerja Generasi | 233 |
Sosial Media dan Kesehatan Mental Gen | 257 |
Hustle Culture vs Quiet Quitting | 283 |
Dinamika | 299 |
Kajian Flourishing bagi Remaja Pengguna Media Sosial | 317 |
Antara Koneksi Virtual | 335 |
Istilah dan frasa umum
akademik aktivitas American Psychological Association belajar berbagai berbasis berdampak berinteraksi burnout cara cenderung dampak daring Deloitte depresi digital dilakukan dirinya distal dukungan e-generation emosi emosional Facebook faktor Fakultas Psikologi Universitas fisik flourishing gangguan Gen Z Generasi Generasi Z growth mindset hubungan individu informasi interaksi interaksi sosial internet Journal kecemasan kehidupan keluarga kemampuan kepuasan kerja kesepian kompetensi komunikasi komunitas kondisi konteks konten lansia lingkungan literasi kesehatan mental loneliness mahasiswa mampu melakukan melalui membangun memberikan membuat memengaruhi memiliki menciptakan mendukung mengalami mengenai meningkatkan Mental Health menunjukkan merasa multitasking mungkin negatif nomophobia online panggilan pekerjaan penelitian pengguna penggunaan media sosial penting perasaan personal perubahan perusahaan peserta didik platform ponsel positif pribadi proses psikoedukasi Psikologi Universitas Kristen psikososial Psychological Psychology relasi sosial remaja saat sehat self-efficacy semakin seseorang siswa smartphone Social Media strategi strength-based parenting stres tantangan technostress tekanan teknologi terkait tindak tutur tinggi tujuan Universitas Kristen Maranatha well-being World Health Organization

