Keberlangsungan dan Perubahan Seni Prasi di BaliNilacakra, 18 Des 2024 - 140 halaman Prasi sebagai gambar naratif mengusung tema wayang yang tidak saja untuk dinikmati estetikanya, tetapi merupakan media untuk menyampaikan pesan-pesan Agama Hindu. Cerita Ramayana, Mahabarata, dan cerita lainnya yang bersumber dari Hindu diangkat dalam karya prasi karena sarat mengandung nilai-nilai pendidikan, nilai moral, dan etika. Karena itu pewarisan pengetahuan dan keterampilan dalam menggambar prasi berpedoman pada pakem. Pakem tersebut diharapkan dipahami oleh pemerasi muda ketika memadukannya dengan gaya baru. Dengan berpegang pada pakem tersebut, pemerasi muda dapat menjadikannya sebagai panduan dalam memilih, memilah, dan memadukannnya dengan unsur-unsur budaya global. |
Istilah dan frasa umum
adegan agar arsiran aspek bagian bahan Bali berkarya Bhisma bidang blagbag Borassus buah kemiri budaya Buleleng Bungkulan candi cara cerita Dasarata daun lontar Denpasar Dewi Sita digambar digunakan estetika formal Foto Frame gambar prasi gambar wayang garis gaya Gedong Kirtya gelungan generasi Hanuman hiasan hidung Hindu Ilustrasi oleh Mandala karakter karya prasi kemiri keterampilan seni prasi Ketut Supir kumis lainnya Latihan Menggambar lembar daun lontar lukis lukisan Made Artanu Mahabarata makna Mandala Putra Gelung materi memiliki menampilkan menggambar prasi menggambar wayang prasi menggunakan Merdah muridnya naratif pakem Pandawa pelukis pemrasi pengetahuan dan keterampilan pengrupak permukaan daun lontar Perupa peserta didik peta pulau Bali Piliang Pitamaha pola proses punakawan Rahwana Rama Ramayana rupa Bali rupa modern Sang Rahwana Sang Rama sapit urang seni prasi seni rupa Sidemen sistem tahap teks tema kehidupan sehari-hari tema wayang tema-tema Tenganan tokoh wayang tradisional Tualen Ubud Undiksha Universitas Pendidikan Ganesha visual warna wisatawan Yohanes
