Mengukir Nilai Karakter Melalui Tembang Dolanan Anak

Sampul Depan
Penerbit P4I, 13 Mar 2023

 

Pendidikan karakter pada zaman dahulu identik dengan

pendidikan budi pekerti. Pendidikan karakter pertama kali

diberikan adalah melalui orang tua. Keluarga merupakan

pendidikan yang pertama dan yang utama. Sejak dalam kandungan

sebenarnya seorang ibu sudah mulai mengukir benih-benih karakter

calon buah hatinya sesuai apa yang diinginkan kelak.

 Pendidikan karakter sangat berperan dalam menunjang

keberhasilan pembangunan bangsa. Keluarga, sekolah, masyarakat,

dan pemerintah mempunyai tanggung jawab bersama dalam

mencapai keberhasilan pendidikan karakter.  

Melalui tembang dolanan anak-anak dapat bermain

bersama dan dapat menumbuh kembangkan sikap sosialisasi serta

nilai-nilai pendidikan karakter. Mari kita ukir kembali nilai-nilai

pendidikan karakter yang luhur demi generasi bangsa.


 

Isi

Bagian 1
1
Bagian 2
22
Bagian 3
34
Bagian 4
48
Bagian 5
61
Hak Cipta

Istilah dan frasa umum

Tentang pengarang (2023)

Elisabeth Suratinem lahir di Sleman pada 16 Mei 1966.

Penulis menyelesaikan Pendidikan D2 PGSD di Universitas Negeri

Yogyakarta (UNY) tahun 2003. Melanjutkan Pendidikan S-1 di

Universitas Terbuka lulus tahun 2007. Untuk meningkatkan wawasan

penulis melanjutkan ke S-2 di Universitas Persatuan Guru Republik

Indonesia Yogyakarta (UPY) dan lulus tahun 2014.  

Bekerja sebagai guru di SDN Karangsari Semin Gunungkidul

sejak 1 April 1988. Bekerja sebagai guru di SDK Demangan Baru

tahun 1992 – 2011. Menjadi kepala sekolah di SDN Tanjungtirto 2

sejak 2011 sampai sekarang.  

Bergabung dengan Komunitas Berbah Berkisah mulai tahun

2021 dengan harapan bisa menimba ilmu tentang menulis dan bisa

terus berekspresi tentang seni.

Buku yang sudah diterbitkan adalah: 

1. Kutu Buku. Tahun 2021 (Kumpulan Cerita Anak, solo)

2. Doa dan Cahaya. Tahun 2021 (Antologi Puisi, komunitas 

bersama)

Penulis dapat disapa melalui Facebook: Elisabeth Suratinem, dan

email: elisabethsuratinem66@gmail.com.

Motto hidup penulis adalah “Bersyukur dan Berkarya Penuh Cinta”


Informasi bibliografi