antologi sajak! Tangis Darah Petani, Tebu, dan Gula

Sampul Depan
Aji Dedi Mulawarman, Ari Kamayanti, Novrida Qudsi Lutfillah
Penerbit Peneleh, 15 Jan 2020

"antologi sajak! Tangis Darah Petani, Tebu, dan Gula” ini merupakan kumpulan sajak dari berbagai kontributor pada lomba puisi tentang gula untuk sebuah seminar hasil penelitian di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya tanggal 10 Desember 2015. 

Tercetusnya kumpulan karya ini pada awalnya dipicu oleh empat dosen Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (Dr. Bambang Hariadi, Dr. Aji Dedi Mulawarman, Dr. Ari Kamayanti, dan Virginia Nur Rahmanti MSA) dan 10 mahasiswa S1 dan S2 bersama melakukan penelitian tentang akuntansi tebu, sebagai program hibah penelitian. Selama lebih dari empat bulan, mereka melibatkan diri dengan para buruh tani, petani, koperasi, dan Pabrik Gula di Bululawang Malang Selatan, dan Sidoarjo untuk menemukan bahwa realitas gula ternyata tidak selalu manis. Hasil penelitian tersebut telah dibukukan secara terpisah di “Gula untuk Rakyat: Nestapa Petani Tebu dalam Kuasa Neoliberal”, sebuah buku ber ISBN terbitan Yayasan Rumah Peneleh.

 

Apa yang dikatakan orang - Tulis resensi

Kami tak menemukan resensi di tempat biasanya.

Halaman terpilih

Isi

DAFTAR ISI
1
KISAH PETANITEBU
10
BERLIANKU TAK SEMANIS GULA
16
TERLUPAKAN
23
HPP PHP
29
DERITA PETANI
35
PETANI DALAM DEKAPTIRANI
38
PAHITNYA GULA DALAM NEGERI
46
TANGANTANGAN KECILSI BURUH TEBU
87
SUARA SI PETANI TEBU
94
MANIS YANG TAK LAGI DIHARGAI
101
SUARA PEMILIK LAHAN
108
MANISTAPI MIRIS
114
SACCHARUM OFFINARUM
122
TOLONGLAH KAMI
128
NASIB TAK SEMANIS GULA
138

KICAUAN SAWAI SENDU
52
NASIB PETANI TEBU
58
GULA TAK BISA MENGOLAH DIRINYA SENDIRI
65
DERASI PETANITEBU
72
IRAMA LADANG
78
SI KRISTAL PUTIH YANG TAK LAGI BERSINAR
85
RONGGATERKIKIS
143
SETAN GULA
150
SEPOTONG KISAH
156
DALAM MANISNYA GULA
162
PETANI GULA SORE ITU
169
UNTUK RAKYATATAU MENJERAT?
175

Istilah dan frasa umum

Informasi bibliografi