Aksara Kirana Buku Satu

Sampul Depan
Word East, 30 Nov 2020 - 321 halaman

Kata Pengantar

Aksara dan Kirana pertama hadir di tahun 2010 ketika saya sedang stuck mengerjakan skripsi. Rasanya seperti jalan-jalan ke tempat lain padahal badan saya berada di kamar. Tokoh Aksara dan Kirana tercipta begitu saja, seperti ada yang getok kepala lalu ide cerita membanjiri otak saya. Skema tempat, perawakan para tokohnya seolah antri masuk ke pikiran, tidak sabar untuk segera dicantumkan. 

 

Beberapa orang bilang kalau ketika saya sibuk mengurung diri di kamar untuk menyelesaikan cerita itu sebenarnya saya lagi pergi ke alam lain. Coba deh kamarnya pasti berasa beda, ada energi lain. Waduh masa? Iya sih memang sedikit berbeda. Tadinya rapi sekarang jadi berantakan. Kertas coretan berserakan. Piring-piring dan gelas bekas makan menumpuk di sudut kamar. Mungkin ini energi lain yang dimaksud.

 

Ada juga yang berkomentar menyayangkan kenapa saya malah membuat genre fiksi fantasi. Itu kan aneh, nggak nyata, nggak ada di dunia ini. Buatlah cerita yang inspiratif dan memotivasi. Lho memangnya fiksi fantasi nggak bisa menginspirasi dan memotivasi ya? Lagipula buat saya saat itu tujuan awalnya menulis Aksara Kirana adalah sebagai terapi. Saya ingin rehat sejenak dari rutinitas duniawi dengan cara "berkunjung" ke tempat-tempat khayalan saya melalui tulisan. 

 

Akhirnya skripsi betul-betul terabaikan. Bangun tidur keluar kamar hanya untuk sarapan dan mandi, kadang piring nasi diangkut ke atas kasur saking nggak pengennya ide keputus. Bayangan saya kalau lagi di luar kamar itu para tokohnya sedang duduk di kamar dan sibuk melambai nyuruh saya lari balik ke laptop dan lanjut ngetik.

 

Biasanya saya sering nggak beres kalau nulis sebuah novel. Sering bingung menentukan akhir cerita...atau sebetulnya saya takut dengan perpisahan ya? Tapi kehadiran para tokoh di kamar setiap waktu bikin saya bertekad kali ini buku satu harus selesai. Ide saya masih berhamburan, biar cepet bikin buku dua nya juga. Akhirnya untuk pertama kalinya saya punya novel yang selesai saya tulis. My dear "Aksara Kirana".

 

Selesainya Aksara Kirana ini ternyata membawa insight untuk saya agar menyelesaikan sesuatu yang sudah dimulai. Skripsi saya pun selesai satu bulan kemudian dan akhirnya saya bisa lulus.

 

Setelah itu rasanya isi dari buku satu ini selalu berjalan bersama saya ke mana pun saya pergi, bahkan ketika saya sudah mulai ngantor, saya masih sering curi-curi buka laptop untuk baca atau mengedit bagian-bagian yang saya rasa kurang pas. Para tokoh terasa hidup. Meski saya lagi nggak buka laptop tapi rasanya kehidupan mereka sedang terus berjalan di sana, di dimensi lain, menjalani keseharian mereka sambil menunggu konflik apalagi yang akan datang dari saya.

 

Semoga para pembaca bisa mendapatkan kesan yang sama seperti yang saya rasakan. Merasakan sensasi menyeberangi dimensi baru, berkenalan dengan makhluk-makhluk hidup yang tidak ada di dunia kita sekarang. Selamat berkelana dalam imajinasi ya. Imajinasi itu anugerah jadi sayang kalau diabaikan. 


 

Apa yang dikatakan orang - Tulis resensi

Kami tak menemukan resensi di tempat biasanya.

Istilah dan frasa umum

Tentang pengarang (2020)

Mischa Indah Mariska adalah seorang penulis yang baru saja menerbitkan buku pertamanya yang berjudul Aksara Kirana Buku Satu. Sejak duduk di bangku SD, Mischa sudah hobi menulis cerpen dan novel yang ditulisnya di buku-buku tulis sekolah. Tema cerita yang digemarinya adalah yang berbau fiksi, science, thriller, horror, dan fantasy. Tidak hanya buku, tapi Mischa juga menggemari film dengan genre-genre tersebut.


Bersamaan dengan terbitnya novel pertama dari trilogi Aksara Kirana, Mischa juga sedang menempuh pendidikan Magister Profesi Psikologi Klinis Anak di Universitas Indonesia karena cita-citanya yang ingin menjadi psikolog anak selain menjadi seorang penulis.


Aksara Kirana Buku Satu merupakan novel dengan genre fiksi fantasi yang diterbitkan oleh 3L dan sudah dapat dibeli di toko buku Gramedia dan Gunung Agung di seluruh Indonesia :)

Seorang editor buku indie yang berlokasi di Bandung (Sekarang, Sukabumi).

Seorang petualang yang jatuh cinta dengan dunia buku.

Informasi bibliografi