kebahagiaan yang membebaskan: menghidupkan lentera di dalam diriGramedia Pustaka Utama, 2006 - 172 halaman |
Isi
Kiri Memegang Kanan Memotong 73 | 73 |
Gunung Tinggi Jurang Dalam 77 | 77 |
Konglomerat Spiritual 81 | 81 |
Planet Kedamaian 85 | 85 |
Kebenaran dan Keindahan 89 | 89 |
Pergi Kemana Hati Membawamu 93 | 93 |
Terbang Bersama Keheningan 97 | 97 |
Kejar Daku Kau Kutangkap 101 | 101 |
Pelayanan yang Mencerahkan 123 | 123 |
Sukses yang Membebaskan 127 | 127 |
Habis Makan Cuci Tangan 131 | 131 |
Mencari Air di dalam Air 135 | 135 |
Happy Healthy Holy 139 | 139 |
Tempat Ibadah di dalam Diri 143 | 143 |
Selamat Pagi Burung Beo 147 | 147 |
Bukan Bukan dan Bukan 151 | 151 |
Meditasi Melampaui Harapan 105 | 105 |
Kebebasan Ketiga Bebas dari Perangkap Pikiran | 109 |
Kelaparan Spiritual 111 | 111 |
Mengubah Cacian Jadi Kekaguman 115 | 115 |
Senyuman Duta Perdamaian 119 | 119 |
Bernafas dan Terbebas 155 | 155 |
Sunyi Sepi yang Maha Tinggi 159 | 159 |
Meditasi Melampaui Perangkap Pikiran 163 | 163 |
Pintu Belakang Memasuki Kembali Rumah Alami | 167 |
Istilah dan frasa umum
air mata alami amat Anda apalagi argumen awan bahkan belajar bencana berbeda berdoa berguna berjalan bernafas bernama bertanya bertumbuh berwajah boleh Buddha cacian cahaya cerita cinta Dalai Lama datang depan dimaklumi dualitas energi Entah Evita Peron hadiah Nobel Perdamaian hanyalah hati hening hukum alam inilah jadi jauh kata-kata kaya Kebahagiaan yang Membebaskan kebebasan kebenaran kedamaian kegelapan keheningan kehidupan kehilangan keikhlasan keindahan kejernihan kekinian kematian Kendati kesadaran kesedihan keseharian konglomerat langit biru layak Lentera Life is Beautiful logika maupun meditasi melalui memang membuat memiliki mendalam mengagumkan mengalami menyebut mirip mudah muncul mungkin Nasruddin Nelson Mandela pelayanan penderitaan penekun pengalaman penuh perang Vietnam perjalanan pertanyaan pikiran pohon rasa sahabat salah sebagian sebuah sederhana sejumlah guru sekaligus semakin semuanya senggama sepi-sunyi serba serupa setiap spiritual sukses tanpa Tantra Tatkala tentu teramat terang terjadi terlalu teroris tersisa tetap Thich Nhat Hanh Thomas Merton Tibet titik pusat tsunami Tuhan vitamin wajah zaman

