Wajah peradaban Barat: dari hegemoni Kristen ke dominasi sekular-liberal

Sampul Depan
Gema Insani, 2005 - 415 halaman
1 Resensi
Influence of Western civilization on Islamic thought in Indonesia.
 

Apa yang dikatakan orang - Tulis resensi

Ulasan Pengguna - Tandai sebagai tidak pantas

RESENSI BUKU
oleh Muslim Abu Sa'ad
Judul Buku : Wajah Peradaban Barat (singkat Jarabat)
Penulis : Dr. Adian Husaini
Penerbit : Gema Insani Jakarta
Tahun Terbit : 2015
Jumlah halaman : 415
Peradaban Barat telah menjadi kiblat kaum muslimin di dunia. Indonesia sebagai negeri yang mayoritas muslim pun menjadikan Barat sebagai kiblat mereka. Hal ini ditandai dengan kuatnya pengaruh Barat mewarnai peradaban bangsa kita. Al-hamdulillah kondisi sosial politik Timur Tengah saat ini menggambarkan kepada dunia realita ulah dari peradaban Barat yang semu itu. Peradaban yang diibaratkan seperti kulit bawang oleh penerbit buku Wajah Peradaban Barat (selanjutnya disingkat jarabat) di kata pengantar dari penerbit.
Di tengah kondisi sosial politik yang carut-marut dan peradaban bangsa ternodai oleh virus peradaban Barat, Jarabat memberikan sumbangsih kepada anak bangsa yang terlanjur cenderung menggandrungi peradaban Barat. Pembaca buku ini akan mendapatkan fakta-fakta unik realita di atas. Pengantar buku Jarabat berkebangsaan Malaysia, Dr. Wan Muhammad Nur Wan Daud menilai buku ini termasuk buku yang penuh dengan pelbagai fakta menarik (hlm. xiii). Beliau menambahkan bahwa dalam bahasa melayu baik di Malaysia, Brunei, Singapura dan Indonesia hampir tidak terdapat karya asli yang menayangkan begitu banyak fakta dari pelbagai sumber yang serius dan yang popular, seperti yang diusahakan oleh Adian Husaini, katanya. (hlm. xiv)
Penulis buku Jarabat mengungkapkan, buku ini tidak bermaksud memukul rata semua yang berasal dari Barat lantas anti Barat. Akan tetapi, buku ini mengembangkan sikap kritis yang proporsional. Salah satunya menginformasikan kepada pembaca tentang konfrontasi (pertentangan) yang ditekankan pada aspek intelektual karena ada perbedaan mendasar antara pandangan hidup Islam dengan pandangan hidup Barat, dan bangunan peradaban yang berdiri di atasnya. Perlu diperhatikan pula bahwa beliau mengingatkan, konfrontasi tidak berarti tidak adanya hubungan antara peradaban Islam dan Barat. Kisah perang Salib telah menunjukkan hubungan yang intensif. Demikian pula hubungan diplomatik Turki Utsmani dengan negara-negara Barat, di samping terjadi peperangan antar mereka.
Beberapa halaman selajutnya, penulis menguraikan pengalaman pribadinya yang telah lebih dari 20 tahun (sekarang mungkin sekitar 30 tahun) menjadi pemerhati pemikiran Islam dan Barat. Fenomena sekulerisasi yang ditanamkan kepada anak SMP di Indonesia di tahun 1970-an, trand mode 1990 dan hegemoni Barat, wajah baru studi ke-Islaman, kegagalan pasukan Salibis menguasai tanah suci dan upaya misionaris mengganyang Islam dengan logika dan cinta, dan Orientalis menodai kemuliaan Nabi Muhammad dengan pembunuhan karakter figure beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam semua merupakan bukti kuat adanya hegemoni peradaban bangsa Barat kepada bangsa kita, khususnya umat Islam. Oleh karena itu, penulis buku ini ingin menunjukkan bahwa peradaban yang begitu menyilaukan mata dan begitu gemerlap, sejatinya menyimpan potensi ancaman yang begitu dashsyat bagi umat manusia sehingga tidak sialu, tidak minder, dan tidak apriori. (hlm. xxi-xxxvi)
Pada bagian pertama, penulis menyebutkan tantangan dan kekacauan yang dihadapi bangsa ini belum pernah lebih serius daripada yang ditimbulkan oleh peradaban Barat. Beberapa fenomena sosial yang terjadi misalnya homoseksualitas yang tidak hanya melibatkan aktivis-aktivis HAM dalam pembelaan terhadap prilaku tersebut, bahkan melibatkan tokoh-tokoh gereja, cendekiawannya pun mendukung perilaku menyimpang itu. Karena homoseks sudah menjadi kenyataan yang dipraktikkan dalam kehidupan masyarakat, maka merekayasa ajaran agama agar bisa sesuai dengan tuntutan zaman, agar Kristen relevan dengan kaum homoseks, agar Kristen tidak dicap kuno, dan dapat diterima oleh masyarakatmodern, sebab homoseksual sudah dipersepsikan oleh para pendukungnya sebagai gaya hidup modern. Tak heran ketika kasus fedofilia para tokoh gereja terbongkar oleh media massa yang akhirnya dunia Kristen semakin terpukul
 

Isi

Mengapa Barat Menjadi SekularLiberal?
28
Perselingkuhan dengan Zionisme
58
The End of Histor1 atau The End ofThe West?
79
Jalan Kematian Sebuah Peradaban 207
107
Antara Fakta dan Skenario
131
Whats wrongwith Bernard Lewis? 250
168
Trauma dan Islamofobia
189
Paradoks wacana Terorisme dan Fundamentalisme
211
A Permanent Confrontation
231
TEMATEMA INVASI PEMIKIRAN
255
Pelajaran dari Kasus Konflik IslamKristen
369
DAFTAR PUSTAKA
393
INDEKS
404
Hak Cipta

Istilah dan frasa umum

Informasi bibliografi