Teologi Inkulturasi: Perayaan Injil Yesus Kristus di Bumi Indonesia

Sampul Depan
PT Kanisius - 360 halaman
Gerakan dan usaha inkulturasi di Indonesia relatif sudah cukup maju, namun belum digulirkan secara komprehensif, kolaboratif, sistematis, apalagi bercorak inter- atau bahkan multi-disipliner. Bahan bacaan atau referensi pendukungnya pun masih kurang. Padahal Sidang Konsili Vatikan II yang membuka kemungkinan untuk mengembangkan teologi inkulturasi sudah berakhir lebih dari 50 tahun yang lalu¬. Maka buku ini disiapkan agar bisa menjadi acuan mengembangkan teologi inkulturasi yang berciri komprehensif, kolaboratif, sistematis, inter- dan bahkan multi-disipliner tersebut. Dengan bahasa dan sistematika yang sederhana, dikupas problematika dan pengertian inkulturasi, pemahaman budaya dan bagaimana Gereja memandang budaya, pokok-pokok sejarah inkulturasi dalam Gereja, dasar-dasar teologi inkulturasi, model-model inkulturasi, metode teologi inkulturasi, hingga akhirnya diberikan contoh inkulturasi di bidang liturgi. Atas hal ini diuraikan sejarah dan kondisi aktual inkulturasi liturgi di Indonesia, dimensi-dimensi teologis inkulturasi liturgi, proses, tahap, dan metode inkulturasi liturgi, hingga beberapa contoh konkret inkulturasi di bidang liturgi dalam Gereja Katolik. Meskipun teologi inkulturasi dalam buku ini lebih dikaji dari perspektif Katolik, namun tetap berada dalam cakupan ekumenis dan dialogal dengan seluruh konteks realitas hidup di Asia, khususnya di Indonesia.
 

Isi

Bab I Pengertian Inkulturasi dan Unsurunsurnya
1
Bab II Menuju Suatu Teologi Inkulturasi
77
Bab III Rancang Bangun Teologi Inkulturasi Liturgi di Indonesia
239
Daftar Pustaka
325
Sumber Internet
335
Indeks
339
Hak Cipta

Istilah dan frasa umum

Tentang pengarang

Emanuel Martasudjita, Pr., Guru Besar bidang teologi Universitas Sanata Dharma, dan Doktor Teologi – lulusan Universitas Innsbruck, Austria. Sejak 1996, menjadi dosen teologi dogmatik dan liturgi di Fakultas Teologi, Universitas Sanata Dharma sekaligus Staf Seminari Tinggi St. Paulus, Kentungan, Yogyakarta. Pada tahun 1997 – 2010, menjabat Ketua Komisi Liturgi Keuskupan Agung Semarang. Pada tahun 2010 – 2018, menjabat Dekan Fakultas Teologi, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta, dan Ketua Fakultas Teologi Wedabhakti, Yogyakarta.


Informasi bibliografi