Semua Orang Bisa Naik Haji

Sampul Depan
Pandiva Buku - 234 halaman
0 Resensi
Ulasan tidak diverifikasi, tetapi Google akan memeriksa dan menghapus konten palsu jika konten tersebut teridentifikasi

BERHAJI, kata tersebut mungkin terdengar begitu berat, begitu musykil, dan tak terjangkau bagi sebagian orang. Meskipun masuk ke dalam Rukun Islam, hal yang wajib dilakukan oleh seorang Muslim, berhaji ke Tanah Suci sering jadi perkara yang dinanti-nanti atau justru ditunda-tunda oleh sebagian Muslim.


Mengapa? Sebagian besar dari kita mungkin beranggapan faktor penghambatnya adalah biaya. Ternyata bukan. Dalam buku ini, Mas Wantik mengungkapkan sebab utama seseorang belum berhaji: kurangnya niat dan kesungguhan.


Klise, bukan? Tapi coba kita tanyakan ke diri kita sendiri. Dengan gaya hidup kita sekarang ini, rumah, aset, dan kendaraan yang kita miliki, apakah jumlahnya lebih kecil daripada ongkos Naik Haji yang hanya perlu dibayar seumur hidup sekali?


Adalah Mas Wantik. Seorang awam namun telah berpengalaman berhaji. Ia seperti kebanyakan orang yang suka menulis dan ingin membagikan cerita perjalanannya berhaji tahun ini. Dikemas dengan bahasa yang sangat personal dan sederhana, Mas Wantik tak hanya menceritakan ritual ibadah yang dilakukannya. Ia juga merekam rupa-rupa cerita tentang manusia dan berbagai kejadian yang ditemuinya.


Catatan ini kami rasa penting, karena tidak banyak orang yang mampu konsisten menulis selama ritual ibadah haji yang begitu panjang dan menguras stamina. Setelah ditulispun, tak banyak yang kemudian menerbitkannya menjadi sebuah buku yang layak dibaca banyak orang.


Pengalaman berhaji Mas Wantik dan segala serba-serbi seputar haji ini kami harap dapat mendorong para pembaca untuk mengubah cara pikir tentang berhaji yang kadung dicap sulit dan eksklusif. Berhaji dirasa hanya bisa dilakukan oleh orang-orang kaya, berlebih rezeki, atau mereka yang sangat beruntung.


Padahal, ada banyak sekali orang biasa yang dengan luar biasa meniatkan dan sungguh-sungguh mengusahakan hajinya. Kami yakin, setelah membaca buku ini, kita akan merasa bahwa: Semua orang bisa Naik Haji. Ya, Anda juga Insya Allah bisa.

 

Apa yang dikatakan orang - Tulis resensi

Kami tak menemukan resensi di tempat biasanya.

Halaman terpilih

Isi

Sebuah Pendahuluan
3
Labbaik Allahumma Labbaik
9
Pamitan Haji Tonggak Awal Perjalanan
11
Pembekalan Haji Sekali Lagi
19
Bahagianya Bisa Berhaji
22
Di Lambung Garuda Kami Berdoa
25
Pak Partono Hilang
29
Pasukan Telat Asar Jadi Imam Shalat di Masjid Nabawi
36
Ingat Wening Si Bening Hatiku
90
Bangun Kesiangan Lagi dan Taksi Misterius
94
Perut Rewel Karena Mulut Bawel
98
Pasar Tiban dan Kisah Para Migran
101
40 Hari di Tanah Suci Ngapain Saja?
104
Di Saudi Hanya Unta yang Tidak Batuk
107
Dari Kaqiyah ke Jabal Rahmah
111
Bakso Grapari
115

Pencuri di Tanah Suci
38
Subuh Pertama Kami di Nabawi
41
Bertaruh Nyawa di Raudah
45
Ziarah di Sekitar Madinah
51
Shalat Jumat di Nabawi
55
ke Taman Surga
59
Bu Kuwati yang Kuat
65
Ke Makam Baqi dan Berburu Bakso
69
Asmaul Husna
74
Ingin Mati di Tanah Suci
78
Hari Terakhir di Madinah
82
Umroh Pertama
85
Kisah Bu Handayani
118
Mereka yang Berjasa Besar
122
Tidak Semua Orang Arab Baik
125
Menghitung Hari Menuju Arafah
129
Masuk Makkah Lupa Nabi Muhammad
132
Dari Nyamannya Hotel Menuju Panasnya Arafah
145
Perjuangan Berat Dari Arafah ke Muzdalifah
165
Sudah Sah Jadi Haji
181
Haji Wajib Bagi Yang Mampu Seperti Apa Itu?
197
Surga Itu Seharga 35 Juta Saja
216
Hak Cipta

Istilah dan frasa umum

Informasi bibliografi