Selamat Tinggal Mitos, Selamat Datang Realitas: Esai-esai Politik dan BudayaIRCiSoD, 2019 - 318 halaman Mereka yang hidup dalam mitos tak akan bisa menangani realitas. Realitas tidak terpecahkan dengan kebiasaan kita untuk menghindar dan melakukan abstraksi. Oleh karenanya, mari kita hentikan khufarat nasional ini. Kita harus tegar menghadapi realitas berupa keterpurukan ekonomi, disintegrasi bangsa, dan anarki hukum. Akar permasalahannya ternyata terletak dalam cara berpikir kita sebagai bangsa. Bangsa ini hanya dapat survive, bila kita sanggup meninggalkan cara berpikir berdasar mitos, menuju cara berpikir berdasarkan realitas. Seperti apakah hidup dalam mitos itu? |
Istilah dan frasa umum
abad abangan abstrak adanya Amerika Amien Rais Angkatan artinya bawah berarti berbeda berdasarkan bersifat bisnis boleh budaya elite budaya massa cara berpikir datang demitologisasi demokrasi depan ekstrem kiri etika gejala gerakan hukum ICMI ideologi ilmu Individualisme indoktrinasi integrasi intelektual itulah jadi Jawa jelas kapitalisme Keadilan Sosial kebijakan kebudayaan kekuasaan kemajuan kemanusiaan kenyataan kepentingan Kerakyatan kesadaran kesenian Komersialisasi konkret konsep kota krisis kultural legal-rasional Lekra lembaga lewat mahasiswa Manifes masalah media massa melalui melihat memang memengaruhi meng mengenai misalnya mistifikasi mitos mungkin nasional nasionalisme nilai objektif orang-orang Orba Orde Pakubuwono X Pancasila partai PDI-P pelaku Pemilu pendekatan pengalaman perbedaan perilaku peristiwa Pertama pesantren politisasi politisi populer pragmatisme Pramoedya Ananta Toer Presiden punya Radikalisasi realitas revolusi rupanya sakralisasi santri sastra sebab sebuah sejarah lisan sejarawan sekular sekularisme selalu semacam sila sistem pengetahuan Soeharto Soekarno struktural sufisme supaya tanpa Tasikmalaya teknologi terjadi ternyata Tipe tokoh tulisan wahyu wayang zaman Orla
