Sejarah Bangsa Israel dalam Bibel dan Al-Quran

Sampul Depan
Mizan Pustaka, 2007 - 364 halaman
1 Resensi
“Proyek Fatoohi dan Al-Dargazelli bisa disebut sebagai Islamic archaeology, sebagai tandingan dari Biblical archaeology.”

—Nahyan Fancy, Ph.D.

Dosen Jurusan Sejarah Universitas DePauw, Indiana, AS

“Fatoohi dan Al-Dargazelli memulai penelitian dengan keyakinan bahwa Al-Quran adalah firman Tuhan, sehingga hanya memuat informasi akurat tentang peristiwa-peristiwa historis. Oleh karena Eksodus Bani Israel telah mendapat banyak perhatian dari para pakar Bibel, Fatoohi dan Al-Dargazelli juga berusaha mengajukan pandangan alternatif berdasarkan informasi Al-Quran tentang Eksodus, dan mempertahankan bahwa klaim mereka itu akurat dan konsisten dengan penemuan-penemuan arkeologis dan historis terkini.

Saya setuju bahwa kesimpulan mereka lebih rasional dan memaparkan sejarah Eksodus secara jauh lebih baik ketimbang kesimpulan-kesimpulan sebelumnya.”

—Nahyan Fancy, Ph.D.

Dosen Jurusan Sejarah Universitas DePauw, Indiana, AS

“Peristiwa-peristiwa yang berlangsung pada masa Musa banyak dijumpai dalam Bibel maupun Al-Quran. Dengan demikian, sejarah bangsa Ibrani di Mesir Kuno memuat titik-titik temu yang paling meyakinkan di antara umat Yahudi, Kristen, dan Muslim.

Sejarah bangsa Ibrani di Mesir secara sangat sempurna menggambarkan kesesuaian antara ilmu pengetahuan modern dan Kitab-Kitab Suci.”

—dr. Maurice Bucaille, penulis Firaun dalam Bibel dan Al-Quran



Pelajaran terpenting yang bisa kita peroleh dari Fatoohi dan Al-Dargazelli adalah cara memformulasikan pertanyaan atau teka-teki ilmiah dalam kerangka Islamic science. Sebagai contoh, setelah membaca kisah Eksodus dalam Al-Quran, kita bertanya-tanya tentang identitas Firaun yang tewas dalam Eksodus, seperti:

Apakah pada masa hidup Musa ada dua Firaun atau hanya satu?

•Berapa lama Firaun masa Musa itu hidup?

•Benarkah dia tenggelam di Laut Merah?

•Apakah tubuhnya pernah ditemukan, artinya apakah dia dimumikan, ataukah tubuhnya tidak ditemukan di antara mumi-mumi Firaun?

Fatoohi dan Al-Dargazelli memformulasikan dan menjawab semua pertanyaan itu menggunakan Al-Quran. Dan dalam prosesnya, mereka mendemonstrasikan bagaimana sejarah dan arkeologi yang eksternal dan empiris dapat diselaraskan dengan ajaran Al-Quran dan Islam secara umum.

“Dalam Bab Tujuh, Fatoohi dan Al-Dargazelli mencoba menetapkan identitas Firaun Eksodus. Mereka menunjukkan bahwa dalam Al-Quran, Firaun Eksodus adalah Firaun yang berkuasa pada masa Musa lahir. Tambahan, dengan hanya menggunakan Al-Quran, mereka menetapkan bahwa Firaun itu pastilah berkuasa sangat lama (paling tidak mulai masa kelahiran Musa hingga saat Firaun tewas di Laut Merah). Barulah setelah itu mereka meninjau catatan-catatan historis dan arkeologis untuk mengidentifikasi Firaun yang berkuasa lama itu.

Kemungkinan dapat dipersempit hingga Rameses II, yaitu dengan menggunakan kisah Yusuf dalam Al-Quran dan materi historis lainnya.”

—Nahyan Fancy, Ph.D. [Mizan, Mizania, Referensi, Sejarah]
 

Apa yang dikatakan orang - Tulis resensi

Ulasan Pengguna - Tandai sebagai tidak pantas

bagus

Isi

Kata Pengantar
11
Pendahuluan
21
Penjelasan
29
Eksodus Menurut Bibel dan Sejarah
55
Pengantar kepada AlQuran
82
Hakikat dan Sejarah Bibel
96
Petunjuk AlQuran tentang Waktu dan Tempat
126
Nabi Musa dalam AlQuran
143
Paparan AlQuran tentang Eksodus
220
Fakta dan Fiksi
264
Fakta dan Fiksi
297
Kesimpulan
331
CatatanCatatan
337
Rujukan dalam Bahasa Arab
345
Indeks
353
Hak Cipta

Identifikasi AlQuran tentang Firaun Eksodus
167

Edisi yang lain - Lihat semua

Istilah dan frasa umum

Informasi bibliografi