Salah asuhan

Sampul Depan
PT Balai Pustaka, 1990 - 242 halaman
2 Resensi
 

Apa yang dikatakan orang - Tulis resensi

Ulasan Pengguna - Tandai sebagai tidak pantas

BAB I
PENDAHULUAN
Setiap karya sastra adalah hasil pengaruh yang rumit dari faktor-faktor sosial-politik-kultural. Novel Salah Asuhan (1928) karya Abdoel Moeis, juga kelahirannya tak dapat
dilepaskan dari faktor-faktor tersebut. Itulah sebabnya, usaha mengungkapkan apa yang sebenarnya terjadi dibalik teks Salah Asuhan, penting artinya untuk menangkap amanat pengarangnya yang juga berkaitan erat dengan situasi sosial dan semangat zamannya. Pada Februari 1928, naskah Salah Asuhan dikirimkan ke Balai Pustaka. Sebelumnya novel itu pernah dimuat di harian De Express sebagai cerita bersambung. Balai Pustaka yang menerima naskah itu, tidak segera menerbitkannya, bahkan bermaksud menolaknya. Menurut kriteria Balai Pustaka. Salah Asuhan menampilkan tokoh wanita Belanda (Corrie) yang justru dapat menimbulkan citra buruk bangsa Belanda (Barat) secara keseluruhan.Pertimbangan K St Pamuntjak, salah seorang redaktur Balai Pustaka kala itu. Dari mula sampai akhir perhatian pembaca terikat olehnya. “Ia mempunyai nilai didikan besar bagi orang pribumi yang menganggap diri mereka orang-orang Eropa hanya karena dapat bicara Hollands dan adalah suatu pedoman bagi orang-orang tua pribumi dalam memberikan didikan kepada anak-anak mereka.” Begitulah dalam banyak hal Salah Asuhan condong mengangkat persoalan ketidakadilan bangsa penjajah. Hanafi laksana simbol seorang bumiputera yang lupa akan kewajibannya terhadap bangsanya sendiri.
Jelas kiranya bahwa kasus Hanafi — Corrie lebih merupakan sebuah binkai untuk menutupi kecamannya terhadap bangsa penjajah. Bangsa Timur memang memerlukan pendidikan Barat, tetapi tidak berarti bahwa semuanya harus dibaratkan.Itulah yang tampaknya menjadi sikap Abdoel Moeis dalam memandang persoalan Timur — Barat. Dunia Barat tetap dipandang penting dalam hubungannya dengan dunia pendidikan waktu itu. Akan tetapi, kemajuan yang telah diperoleh dari dunia Barat, hendaknya jangan sampai melupakan tradisi dan akar budaya tanah tumpah darah sendiri. Malahan, lewat kemajuan yang telah dicapai di dunia Barat itulah, keadaan dunia pendidikan bangsa Timur (Indonesia) justru harus lebih ditingkatkan. Persoalan itulah yang sesungguhnya menjadi amanat novel Salah Asuhan.
Bab II
I. Resensi roman salah asuhan
• Data buku
1. Judul : SALAH ASUHAN
2. Pengarang. : Abdoel Moeis
. 3. Penerbit. : PT Balai Pustaka (Persero
4. tahun buku : 2002
5. Jumlah Halaman. : 262 Halaman.
6. Tebal Buku. : 1,3 Cm.
7. Harga buku : Rp 35.000,-
8. Berat Buku : 0.35
9. Jenis Cover : Soft Cover
10 Dimensi (LxP) : 15 x 21 cm
• Sinopsis Novel Salah Asuhan
Hanafi, laki-laki muda asli Minangkabau, berpendidikan tinggi dan berpandangan kebarat-baratan. Bahkan ia cenderung memandang rendah bangsanya sendiri. Dari kecil Hanafi berteman dengan Corrie du Bussee, gadis Indo-Belanda yang amat cantik parasnya. Karena selalu bersama-sama mereka pun saling mencintai. Tapi cinta mereka tidak dapat disatukan karena perbadaan bangsa. Jika orang Bumiputera menikah dengan keturunan Belanda maka mereka akan dijauhi oleh para sahabatnya dan orang lain. Untuk itu Corrie pun meninggalkan Minangkabau dan pergi ke Betawi. Perpindahan itu sengaja ia lakukan untuk menghindar dari Hanafi dan sekaligus untuk meneruskan sekolahnya.
Akhirnya ibu Hanafi ingin menikahkan Hanafi dengan Rapiah. Rapiah adalah sepupu Hanafi, gadis Minangkabau sederhana yang berperangai halus, taat pada tradisi dan adatnya. Ibu Hanafi ingin menikahkan Hanafi dengan Rapiah yaitu untuk membalas budi pada ayah Rapiah yang telah membantu membiayai sekolah Hanafi. Awalnya Hanafi tidak mau karena cintanya hanya untuk Corrie saja. Tapi dengan bujukan ibunya walaupun terpaksa ia menikah juga dengan Rapiah. Karena Hanafi tidak mencintai
 

Ulasan Pengguna - Tandai sebagai tidak pantas

bagus, menceritakan kisah roman jaman dahulu.... yang endingnya bisa dibilang cukup menyedihkan

Halaman terpilih

Isi

Dua Orang Sahabat
1
Ayah Dengan Anak
8
Bukan Bunda Salah Mengandung
20
Dalam Keseimbangan
28
Dalam Gelombang Perasaan
34
Terbang Membumbung ke Langit Hijau
41
Ibu dengan Anak
50
Istri Pemberian Ibu
62
Setelah Menjadi SuamiIstri
128
dalam Gelombang Kehidupan
138
Bererai
145
Menempuh Kehidupan Baru
159
Mertua dan Menantu
169
Dari yang Gelap kepada yang Terang
179
Tali Perintaan
190
Bertambah Sempit Alam Rasanya
201

Durhaka kepada Ibu
70
Bertemu Kembali
83
Pertemuan Jodoh
92
Istri Pemberian Ibunya
102
Melepaskan Kongkongan
110
Hidup Bersukaria
119
Setinggitinggi Melambung Jatuhnya ke Tanah Jua
210
Jalan Hendak Pulang
221
Membayar Utang
228
Penutup
237
Hak Cipta

Edisi yang lain - Lihat semua

Istilah dan frasa umum

Informasi bibliografi