Rumah Lebah: rahasia di balik sebuah kepolosan

Sampul Depan
GagasMedia, 1 Mar 2008 - 296 halaman
2 Resensi
Tak ada yang pernah tahu kapan biji tanaman jarak pecah karena dia selalu mengelabui. Jadi, saat mimpi buruk bercerita tentang pembunuhan yang terjadi atas dirimu, anggaplah sebagai gladi kotor kematianmu. Karena kematian memang selalu mengelabui dan datang tiba-tiba. Bersiap-siaplah selalu... Mala tahu ini bukan sebuah mimpi buruk. Bukan halusinasi sebagaimana yang dipikirkan Nawai. Ini kenyataan. Ada enam orang asing yang hidup dan bernapas di rumah lebah. Mata telanjang milik gadis cilik genius berjiwa ganjil itu melihat semuanya. Melihat apa yang tak diketahui dan tak dilihat orang. Tidak juga Nawai. Atau tepatnya, tak boleh ada seorang pun mengetahui itu semua. Sebab, itu justru akan menjadi gladi kotor kematian bagi sang ratu lebah. Sosok yang seharusnya tak boleh diganggu keberadaannya. -GagasMedia-

Apa yang dikatakan orang - Tulis resensi

Ulasan Pengguna - Tandai sebagai tidak pantas

buku ini keren banget.... serasa masuk dalam cerita tersebut. sebenrnya saya tidak suka membaca novel, tapi buku ini sangat menarik untuk di baca mulai dari bab pertama hingga akhir. yang membuat saya membaca novel ini hingga akhir karena ceritanya yang sangat membuat penasaran para pembacanya. akkhir dari ceritanyapun sangat tidak diduga-duga. 

Ulasan Pengguna - Tandai sebagai tidak pantas

RESENSI BUKU
1)Unsur- unsur :
a) Judul : Rumah Lebah
b) Penulis : Ruwi Meita
c) Penerbit : Gagas Media
d) Cetakan : Th.2008
e) Halaman : 296
f) Harga : Rp 33.000 (CMIIW)
2) Kepengarangan :
Sedikit info saja, penulis novel ini ternyata memulai karirnya dengan menulis novel-novel adaptasi kayak "hantu bangku kosong", "terowongan casablanca", dll.
Jangan salah, buku ini bukan tentang kiat-kiat beternak lebah. Ruwi Meita memulai karir sebagai penulis dengan novel- novel yang diadaptasi dari film layar lebar. Sudah ada tujuh judul yang telah dia hasilkandan hampir semuanya didominasi oleh novel horor. Novel- novel itu antara lain: dara manisku (2), missing, hantu bangku kosong, trowongan casablanca, angker batu, pocong 2, dan Rumah lebah. Rumah lebah adalah novel mandiri perdananya , yang tidak diadaptasi dari film. Dengan nuansa Thriller. Dan ini adalah novelnya yang ke sembilan.
3) Gambaran Umum Isi Buku :
Bab-bab awal penuh dengan misteri ketika Nawai, seorang ibu rumah tangga yang diduga pada awalnya memiliki seorang anak indigo bernama Mala yang tiba-tiba nangkring di atas atap. Alur yang cepat di awal dan membuat saya tidak bisa menebak kemana si penulis ingin membawa saya, merupakan sensasi tersendiri dalam membaca buku ini.
Nyatanya di akhir buku terungkaplah bahwa buku ini bercerita mengenai personality disorder.
Mala tahu ini bukan sebuah mimpi buruk. Bukan halusinasi sebagaimana yang dipikirkan Nawai. Ini kenyataan. Ada enam orang asing yang hidup dan bernapas di rumah lebah. Mata telanjang milik gadis cilik genius berjiwa ganjil itu melihat semuanya. Melihat apa yang tak diketahui dan tak dilihat orang. Tidak juga Nawai. Atau tepatnya, tak boleh ada seorang pun mengetahui itu semua. Sebab, itu justru akan menjadi gladi kotor kematian bagi sang ratu lebah. Sosok yang seharusnya tak boleh diganggu keberadaannya.
Nawai tak mengerti. Mala, putri semata wayangnya, selalu menyebut-nyebut nama asing. Ada enam sosok yang menurutnya dekat dengan keseharian mereka: Ana yang seksi, Wilis si bocah hijau, Satira yang keras dan pemarah, si kembar yang jarang menampakkan diri, dan Abuela yang mengajarinya bahasa Spanyol. Mala memang anak jenius dan tidak mampu berekspresi. Kesulitannya bersosialisasi menghambatnya berkembang di sekolah sehingga Nawai membawanya pindah ke desa yang tenang dan mengajarinya sendiri di rumah. Untuk itu, ia harus berjuang melawan penyakitnya yang sewaktu-waktu membuatnya sangat mengantuk dan sesekali berperang pendapat dengan suaminya, Winaya, yang tidak percaya pada hantu.
Ketenangan desa itu porak-poranda saat si wartawan ditemukan tewas di sebuah danau. Sementara itu, sakitnya Nawai semakin parah. Ia lebih sering pingsan dan dikejutkan oleh temuan-temuan berupa sosok aneh di berbagai tempat, termasuk studio tempatnya melukis.
Rayhan yang suka mengendus bubuk putih di ruang penyembuh, wanita misterius yang menyerupai Alegra namun mengenakan cincin kawin, Mala yang berbicara runut bak orang dewasa dan menuturkan isi setiap halaman ensiklopedia dengan lancar bagaikan rekaman saja, serta Nawai yang terus-menerus cemas. Bahasa yang digunakan terbilang rapi, meski terdapat sejumlah kalimat yang mestinya bisa diringkas. Misalnya Sebenarnya dia bisa saja datang ke vila itu namun dia harus bertindak hati-hati. Jika perempuan itu tidak datang malam ini, maka terpaksa esok dia akan mendatanginya.
4) Kelebihan Dan Kekurangan Buku :
a) Kelebihan :Benang merah terjaga apik dan masing-masing mempunyai sisi personal yang menarik. Nuansa thriller ini mengandung banyak daya pikat. Sehingga sang pembaca tidak bosan bahkan akan dibuat tambah penasaran.
b) Kekurangan : terletak pada judul, cover dan sinopsis. Judul yang tidak komersil ditambah cover yang PARAH dan diperburuk dengan penggalan sinopsis, mematikan naluri membeli. Sayang, jika harus kehilangan 1 pembaca hanya karena gagal disampul. Bahkan sinopsis yang biasanya berfungsi untuk menarik pembaca dengan menceritakan bagian terbaik dari sebuah
 

Edisi yang lain - Lihat semua

Informasi bibliografi