Rabiah Al-AdawiyahSerambi Ilmu Semesta, 1 Nov 2012 - 168 halaman Rabiah menyentak kesadaran kita bahwa ibadah bukanlah sekadar kewajiban atau karena takut terhadap siksa akhirat, melainkan wahana untuk menumbuhkan kemuliaan jiwa dan kebahagiaan manusia sebagai hamba Allah. Baginya, setiap ibadah menjadi ekspresi cinta dan kerinduan spiritual sang hamba pada Penciptanya. Hanya dengan cinta ibadah menjadi mudah. Kepatuhan menjadi kerinduan. Ketaatan menjadi dambaan. "Disertai kisah-kisah tak lekang zaman yang dipulung dari berbagai kitab klasik, buku ini mengajak kita mengenal Rabiah dan warisan ruhaninya lebih dekat, lebih rekat. Diterbitkan oleh penerbit Serambi Ilmu Semesta" (Serambi Group) |
Isi
| 9 | |
| 17 | |
Kehidupan Rabiah alAdawiyah36 | 36 |
Rabiah dalam Mihrab Zuhud dan Sujud68 | 68 |
Cinta Ilahi86 | 86 |
Antara Cinta alHubb | 93 |
Rabiah dan Karamah117 | 117 |
Referensi | 167 |
Istilah dan frasa umum
Abdul Abdurraziq ahli ibadah ahli zuhud al-Hasan al-Bashri al-khauf Al-Quran al-Shufi ayat Bashrah begitu beliau berada berfirman beribadah berkata bermunajat bertanya bertobat budak Bukhari cahaya cinta ilahi cintanya datang dengan-Nya dirinya Dzunnun al-Mishri engkau hadis haibah hamba hati hidupnya ibadahnya ibn Abdillah Imam al-Ghazali Imam al-Qusyairi Imam Bukhari iman imperium Persia jalan jiwa Ka'bah kalian karamah kecuali kehidupan Rabiah kenikmatan kepada-Nya kepadaku keutamaan khauf kisah kurma lelaki majikan makrifat maqam melihat memainkan seruling membaca menapaki mencintai mencintai-Nya mendengar Abu mengatakan mengenai mengerjakan shalat menjawab menuju menyaksikan merasakan Mihrab Muhammad ibn mukjizat mungkin Nabi Isa neraka niscaya orang-orang perbudakan Rabiah al-Adawiyah Rabiah memiliki Rabiah pernah Ragaku rasa cinta rasa takut Rasul-Nya Rasulullah Ribah rida riwayat ruhani saat Sahl sang sebab sebagaimana sebuah selain selain-Nya seseorang sesuatu setiap shalat sikap zuhud sisi spiritual sufi surga syahwat syair tampak tasawuf tobat Tuhan Umar ibn Umar ibn al-Khattab Wahai wali zahid
