Penduduk Miskin Transient: Masalah Kemiskinan yang Terabaikan

Sampul Depan
Yayasan Pustaka Obor Indonesia - 528 halaman
0 Resensi
Ulasan tidak diverifikasi, tetapi Google akan memeriksa dan menghapus konten palsu jika konten tersebut teridentifikasi

 

Kemiskinan dalam arti ekonomi yaitu ketidakmampuan ekonomis seseorang dalam memenuhi kebutuhan dasarnya (basic needs). Untuk menghitung jumlah penduduk miskin, BPS menentukan garis kemiskinan yang membagi penduduk menjadi penduduk miskin dan penduduk tidak miskin. BPS juga menyusun pengelompokan penduduk berdasarkan kemampuan pengeluaran dalam lapisan-lapisan desil 1-10, masing-masing memuat 10 persen. Garis kemiskinan yang berubah setiap tahun serta pengelompokan desil ini menunjukkan fakta empiris yang mengindikasikan keberadaan kelompok penduduk miskin transient di samping kelompok penduduk miskin kronis. Kelompok penduduk miskin kronis dan miskin transient memiliki karakteristik masalah yang berbeda, penduduk miskin transient tidak bertubuh miskin seperti penduduk miskin kronis. Perbedaan karakter mengindikasikan kebutuhan penanganan khusus masing-masing yang berbeda pula.

Pada tahun 2014 BPS mencatat jumlah penduduk miskin sebesar 11,25 persen, pada saat yang bersamaan Bank Dunia mencatat jumlah penduduk miskin transient sebesar 28,94 persen. Kebijakan penanggulangan kemiskinan menyamaratakan penanganan 40 persen penduduk berpendapatan terendah, dan tidak secara khusus menangani masalah penduduk miskin transient. Buku ini akan menguraikan mengenai fakta terabaikannya penanganan khusus penduduk miskin transient dalam kerangka kajian kebijakan publik penanganan masalah kemiskinan.
 

Apa yang dikatakan orang - Tulis resensi

Kami tak menemukan resensi di tempat biasanya.

Isi

Desentralisasi dan good governance
83
Kerangka Pikir Kebijakan Publik
100
Desain kebijakan
128
Kerangka kerja Multiple Streams Kingdon
146
Peta Jalan Kajian
155
Kelembagaan Penanganan Kemiskinan
165
Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah
174
Pengabaian Penanganan Masalah Kemiskinan Transient
185
Studi Kasus Penanganan Kemiskinan di Daerah
236
Hak Cipta

Istilah dan frasa umum

Tentang pengarang

Djonet Santoso, lahir di Yogyakarta tanggal 1 Juni 1960. Menyelesaikan pendidikan Sarjana Strata 1 di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta tahun 1984 pada Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik dengan spesialisasi Ilmu Administrasi Negara bergelar Drs., Strata 2 diselesaikan pada tahun 1991 di Institute of Social Studies (ISS) Belanda dengan predikat Master of Arts (MA) of Development Studies dengan spesialisasi Public Policy and Administration, dan Strata 3 diselesaikan pada tahun 2017 di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Diponegoro, spesialisasi Administrasi Publik dengan gelar Doktor. Sejak tahun 1986 sebagai dosen di Universitas Bengkulu pada Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Jurusan Ilmu Administrasi Negara.

Selain mengajar sebagai tugas utama, pernah menjabat sebagai Pembantu Dekan Bidang Akademik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Ketua Laboratorium Pengembangan Adminisrasi Pembangunan (LPAP), Anggota Tim Peneliti pada Pusat Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Alam (P3SDA), Sekretaris Lembaga Penelitian Universitas Bengkulu, Staf Ahli Rektor, dan Sekretaris Eksekutif Rektor. Aktif di berbagai kegiatan di luar universitas, sebagai tenaga peneliti di Lembaga Pengembangan Wilayah Perdesaan (LPWP), sebagai konsultan di pemerintah provinsi dan kota/ kabupaten di Bengkulu, dan sebagai konsultan beberapa program kemiskinan Kementerian Pekerjaan Umum dan Bappenas. Di tingkat internasional, menjadi anggota Network of Asia-Pacific Schools and Institutes of Public Administration and Governance (NAPSIPAG), Global Development Network (GDN), Independent Evaluation Group (IEG) World Bank, dan sampai hari ini menjabat sebagai Sekretaris Jaringan, Regional Network on Poverty Eradication (RENPER). Mendapatkan ‘Life time achievement award’ dari Sri Venkateswara University, India, untuk kontribusi akademis penanggulangan kemiskinan di wilayah Asia Tenggara.

Aktif melakukan penelitian melalui berbagai skema Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan Nasional, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Kehutanan, dan Bappenas. Aktif mengikuti seminar internasional sebagai presenter di Belanda, San Diego USA, Adelaide Australia, Thailand, Malaysia, Kamboja, Vietnam, India, China, dan Bangladesh.

Di sela-sela waktu dengan berbagai tugas lembaga dan kegiatan di dalam dan di luar universitas, masih memberikan waktu untuk melakukan berbagai kegiatan pengabdian kepada masyarakat, melakukan mediasi konflik tanah di Taman Hutan Raya Rajolelo di Bengkulu, Taman Nasional Kerinci Seblat di Bengkulu, dan konflik nelayan di Pasar Bantal Bengkulu.

Informasi bibliografi