Mistik Kejawen

Sampul Depan
Media Pressindo, 1 Jan 2018 - 308 halaman

Fenomena mistik kejawen bagi sebagian orang memang masih mengundang tanda tanya. Bagaimana bentuk, teori, dan tata caranya? Adakah bentuk yang "laku" kebatinan yang lebih fleksibel bagi manusia modern? Bagaimana melakukan reinterpretasi terhadap mitos-mitos dalam mistik kejawen, sehingga bisa diterima oleh akal rasional?

Buku ini menjawab semua pertanyaan tersebut. Selain itu, juga ditelaah makna beberapa terminologi pokok dalam budaya spiritual Jawa; seperti kiblat papat lima pancer dan manunggaling kawula Gusti. Penulis buku ini juga menguraikan ajaran-ajaran filsafat dan wejangan mistik dari para tokoh yang telah melegenda, seperti Syekh Siti Jenar, Ki Ageng Suryomentaram, Syekh Amongraga, dan Sunan Kalijaga.

 

Halaman terpilih

Isi

Bagian Duabelas
213
Makna Simbolik Sesaji Ritual
240
Pulung Wahyu dan Ndaru
261
Kesadaran Kodrat dan Wiradat
275
Daftar Pustaka
290
Hak Cipta

Edisi yang lain - Lihat semua

Istilah dan frasa umum

Tentang pengarang (2018)

Prof. DR. Suwardi Endraswara, M. Hum lahir di Kulon Progo, 3 April 1964. Belajar Sastra dan Budaya Jawa di IKIP Yogyakarta, selesai tahun 1989. Sejak itu, dipercaya menjadi staf pengajar di almamaternya, yang sekarang telah berganti nama menjadi program studi Pendidikan Bahasa Jawa, FBS UNY. Tanggal 17 Maret 2011 telah menyelesaikan S3 di UGM, dengan memperdalam teks-teks mistik kejawen. Pada Desember 2014 beliau dikukuhkan menjadi Guru Besar Pendidikan Bahasa Jawa, FBS UNY. Pernah bekerja sebagai guru SPG 17 III Bantul selama tiga tahun, redaktur majalah Mekar Sari selama dua tahun, juga pernah menjadi ketua penyunting majalah sastra Jawa Pagagan. Sekarang, dia menjadi redaktur pelaksana majalah Sempulur Dinas Kebudayaan DIY, Seksi publikasi HISKI Komda DIY, Koordinator Pembinaan Sanggar Sastra Jawa Yogyakarta, anggota dewan presidium Masyarakat Tradisi Bantul (MTB), Ketua Kesawa (Keluarga Alumni Bahasa Jawa), Ketua Rumpun Sastra FBS UNY, Ketua ATL Komda DIY, Sekretaris Ikatan Dosen Budaya Daerah Indonesia (Ikadbubudi), dan Ketua Penyunting Jurnal Kejawen. Profesi lainnya yang juga ditekuninya adalah: (1) pranatacara manten gaya “nyastra” dan (2) pengarang cerkak, cerbung, geguritan, novel, dongeng, dan esai berbahasa Indonesia dan Jawa.

Informasi bibliografi