Mendidik Anak di Era Digital

Sampul Depan
Noura Books, 8 Okt 2015 - 272 halaman
1 Resensi
Ulasan tidak diverifikasi, tetapi Google akan memeriksa dan menghapus konten palsu jika konten tersebut teridentifikasi

Tahukah Anda?
-Orang-orang genius di Silicon Valley menjauhkan komputer dari keseharian anak-anak mereka.
-Prancis melarang penggunaan ponsel di sekolah.
-Jerman dan Finlandia mengawasi penggunaan ponsel pada anak-anak dengan ketat.
- Korea, yang dikenal memiliki perkembangan teknogi digital terpesat di dunia mulai mengkhawatirkan dampaknya terhadap anak-anak, generasi penerus masa depan.

Perangkat digital yang canggih saat ini tak dapat dielakkan telah mempermudah hidup kita. Termasuk di antaranya dalam mengasuh anak. Bentuknya yang atraktif menarik perhatian anak-anak dan menjadi media belajar yang menarik. Anak-anak relatif lebih mudah ditenangkan dan lebih pintar dengan kehadirannya. 

Namun, faktanya, dibalik kehebatannya, teknologi digital membawa pengaruh yang mengkhawatirkan bagi masa depan anak-anak. Fitur-fitur yang ditawarkan teknologi digital tanpa sadar telah mengganggu pertumbuhan fisik dan mental mereka. Anak-anak yang terpapar perangkat digital sejak dini dapat mengalami perkembangan otak dan emosi yang tidak sempurna. Akibatnya, mereka memiliki memori jangka panjang yang buruk, emosi tidak stabil, sulit berkonsentrasi, dan bahkan, tidak mampu berpikir. 

Sebelum kerusakan permanen tersebut terlanjur terjadi, Anda bisa mencegahnya. Buku ini akan memberikan panduannya. Tujuh prinsip dasar dipaparkan dalam buku ini untuk menjadi orangtua yang cerdas di era digital, yaitu mampu melindungi anak-anak dari ancaman digital, tetapi tidak menghalangi potensi manfaat yang bisa ditawarkannya.

[Mizan, Noura Books, Parenting, Orangtua, Pertumbuhan, Perkembangan, Anak, Cerdas, Indonesia]

 

Apa yang dikatakan orang - Tulis resensi

Ulasan tidak diverifikasi, tetapi Google akan memeriksa dan menghapus konten palsu jika konten tersebut teridentifikasi
Ulasan Pengguna - Tandai sebagai tidak pantas

Buku ini lengkap dengan berbagai macam bentuk permasalahan anak di masa sekarang era digital. Permasalahan anak bukan sebatas kekerasan yang tampak diluarnya saja yang menimbulkan gejala psikologis atau pun meninggalkan bekas luka, kesalahan dalam pendidikan untuk mencapai perkembangan sesuai dengan masanya bisa menjadi paksaan yang menimbulkan stres dan kekerasanpun terjadi. Anak usia dini tidak monoton untuk diajarkan kearah stimulasi belajar dan menulis bahkan berhitung, lebih dari itu anak membutuhkan pendidikan budi pekerti yang menjadi dasar dalam berpendidikan berbangsa dan bernegara. Maka perlunya pendidikan untuk anak sesuai dengan masanya terangkum didalam buku ini. 

Halaman terpilih

Isi

BAB 2
67
BAB 3
109
BAB 4
153
BAB 5
185
TANYA JAWAB SEPUTAR DIGITAL PARENTING
225
Glosarium
252
Hak Cipta

Istilah dan frasa umum

Tentang pengarang (2015)

Yee-Jin Shin adalah psikiater dan praktisi pendidikan anak di Korea Selatan. Setelah lebih dari 20 tahun menangani kasus anak-anak, dia menyadari ada hal-hal yang telah menyakiti jiwa mereka, salah satunya teknologi digital, yang berpotensi menjadi masalah sosial di kemudian hari. Ketika menjadi politikus dan anggota legislatif, ia mengajukan pembuatan undang-undang tentang perlindungan anak dari adiksi terhadap alkohol, game Internet, media digital, perjudian, dan narkoba.

Informasi bibliografi