MEMBANGUN INDUSTRI SUSU STERILISASI SKALA IKMSamudra Biru, 31 Agu 2017 Susu merupakan bahan makanan yang bernilai gizi tinggi karena mengandung komponen penting yaitu protein, lemak, vitamin, mineral, laktosa serta enzim-enzim dan beberapa jenis mikroba yang bermanfaat bagi kesehatan sebagai probiotik. Namun hal ini tidak ada artinya bila susu tidak aman dikonsumsi atau tidak aman bagi kesehatan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan agar susu aman dikonsumsi adalah dengan melakukan sterilisasi. Sterilisasi susu adalah proses pengawetan susu yang dilakukan dengan cara memanaskan susu sampai mencapai suhu diatas titik didih, sehingga bakteri maupun kuman dan sporanya mati. Cara sterilisasi susu memerlukan peralatan khusus dan perlu didesign untuk skala kecil menengah sehingga dapat diterapkan di kelompok peternak, KUD Susu di daerah penghasil terutama pada penelitian di daerah Boyolali, Jawa Tengah. Industri ini mempunyai peluang besar dalam upaya penyedian produk susu bagi 220 juta penduduk Indonesia yang saat ini konsumsi rata-rata susu hanya mencapai 12,85 kg/kapita/tahun, masih jauh dibawah negara ASEAN lainnya antara lain Philipina 20 kg, Malaysia 20 kg, Thailand 20-25 kg, Singapura 32 kg. Industri Pengolahan Susu (IPS) memiliki keterkaitan yang dapat menimbulkan multiplier effect yang cukup besar bagi pembangunan industri persusuan di Indonesia. Hal ini meliputi keterkaitan kedepan (forward linkage) dengan kegiatan budidaya sapi perah yang masih didominasi oleh perternakan rakyat, serta keterkaitan kebelakang (backward linkage) dengan industri penyediaan sarana dan prasarana pemerahan, pengemasan, transportasi, serta lainnya. Berbagai uraian tersebut diatas, telah menjadi latar belakang adanya kegiatan Studi Kelayakan dan Perancangan Detailed Engineering Design (DED) Industri Susu Sterilisasi Skala IKM menjadi sangat penting dilakukan, mengingat saat ini sebagian besar komoditi susu segar dari berbagai daerah di Jawa hanya diserap oleh Industri Pengolahan Susu (IPS) skala besar. |

