Laras pada karawitan Sunda

Sampul Depan
Pusat Penelitian dan Pengembangan Seni Tradisional, Universitas Pendidikan Indonesia, 2007 - 262 halaman
1 Resensi
On the frequent use of double modes or laras ganda in Sundanese gamelan music.

Dari dalam buku

Apa yang dikatakan orang - Tulis resensi

Ulasan Pengguna - Tandai sebagai tidak pantas

1. Sunda
Indonesia merupakan Negara yang sangat kaya akan beragam kesenian daerah. Setiap suku bangsa memiliki kesenian tersendiri, khususnya seni pertunjukan, baik music tradisional, tari, maupun
drama. Dalam beragam kesenian tersebut, music tradisional memiliki pila rasa khas setempat yang disebut karawitan.
Sunda sering disalah gunakan sebagai kata yang identik dengan “Jawa Barat”. Namun sebenarnya Jawa barat bukan sunda, melaikna nama wilayah atau nama wilayah administrasi pemerintahan tingkat provinsi.
Istilah laras dan surupan
Sebenarnya ‘laras’ merupakan istilah gamelan Jawa yang identik dengan tangga nada, scale, atau mode. Namun di kalangan masyarakat sunda menggunakan istilah surupan untuk menyebut konsep tangga nada. Istilah laras pada umumnya digunakan hanya di kalangan sekolah saja.
Penggunaan istilah laras disunda boleh dibilang kacau oleh beberapa factor yaitu di sunda tidak ada keratin yang berperan sebegai pusat kebudayaan, sehingga setiap daerah memiliki aturannya sendiri-sendiri yang berbeda. Factor kedua yakni adanya berbagai gendre pada karawitan sunda, yg ketiga ialah adanya teori dan istilah yang diciptakan oleh Raden Machyar Angga Kusumadinata, theorist karawitan sunda. Ia menciptakan teori dan istilah baru untuk menyebut nada serta laras. Factor keempat adalah adanya duamacam pelog yaitu pelog lima nada dan pelog tujuh nada pada instrument pelog yang diimport dari jawa.
Laras pada karawitan sunda :
- Dua Jenis Pelog
Laras pelog lima nada ( degung )
Laras pelog tujuh nada ( gamelan pelog )
- Tiga Jenis Laras Pokok
o Salendro
o Pelog
o Sorog
Kekhasan Karawitan Sunda
- Vocal ( contoh: vocal pada tembang sunda cianjuran )
- Improvisasi
- Laras ganda
2. Scale/Mode
a. Pentatonic yang terdapat di Asia Timur dan Indonesia. Laras pada karawitan sunda merupakan pentatonic, yaitu scale yang terdiri dari lima nada dalam satu oktaf.
b. Scale/Onkai pada Musik tradisional di Jepang. Scale yang di sebum onkai di jepang ada empat macam yaitu ritsu onkai (terdapat pada gagaku dan shomyo) , min-yo onkai (nyanyian rakyat) , miyakobushi onkai (music tradisi yang berkembangan dikota pada jaman edo), dan ryukyu onkai (music yg terdapat di pulau Okinawa)
c. Laras karawitan sunda dan Onkai Musik Tradisional Jepang. Secara garis besar di sunda terdapat 3 macam yaitu Salendro, sorog, dan pelog yang ketiganya ini identik dengan onkai di jepang. Dengan perbandingan Salendro yang identik dengan Ritsu dan minyo onkai, sorog yg identik dengan miyakobushi onkai, dan pelog dengan ryukyu onkai
d. Asal mula laras Salendro
Pada sekitar abad ke 8 di Jawa terdapat kerajaan Sailendra. Pada saat itu sailendra dianggap pusat agama budha oleh biksu Cina. Sehingga banyak biksu Cina dating ke Jawa untuk menuntut ilmu. Candi Borobudur merupakan bukti betapa makmur sailendra sebagai pusat agama budha pada masa itu. Scale yang secara umum terdapat di Cina merupakan pentatonic yang dapat diidentikan sebagai laras salendro/slendro. Scale yang secara umum terdapat pada nyanyian kitab agama budha yang dinyanyikan oleh biksu biksu di cina pun merupakan laras salendro/slendro.
e. Asal Mula laras sorog (moyakobushi onkai) dan Laras Pelog (ryukyu onkai)
Dari hasil penelitian karawitan sunda, penulis mengemukakan kesimpulan bahwa laras sorog merupakan laras yang terlahir dari laras salendro, sedangkan laras pelog adalah laras mandiri, bukan laras yang terlahir dari laras salendro.
TIGA JENIS KESENIAN POKOK YANG MEWAKILI KARAWITAN SUNDA DEWASA INI
a. Gamelan Degung
Gamelan degung merupakan gamelan khas sunda, sekaligus salah satu gendre pokok dalam kesenian sunda yg terdiri atas limanada dalam satu oktaf, disunda lazim disebut pelog. Awal perkembangan diperkirakan sekitar akhir abad 18 atau awal abad 19 masehi pada zaman penjajahan belanda. Pada zaman itu kaum bangsawan diangkat sebagai bupati untuk memerintah penduduk pribumi. Pada masa itu gamelan degung hanya dimiliki bupati dan dipergunakan dalam lingkungan kabupaten. Pada masa itu terdapat lima perangkat di kabupaten Bandung, tujuh perangkat di sumedang
 

Isi

b Kathy Foley23
23
f SimonCook30
30
Dosen Jurusan Karawitan STSI Bandung37
37
Hak Cipta

37 bagian lainnya tidak diperlihatkan

Istilah dan frasa umum

Informasi bibliografi