Katekese Umat dari Masa ke Masa: Jejak Pertemuan Komisi Kateketik Antar-Keuskupan se-IndonesiaDaniel Boli Kotan PT Kanisius - 160 halaman Tugas utama perutusan Gereja adalah mewartakan. “…pergilah, jadikanlah segala bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu” (Mat. 28:19-20). Perintah Kristus ini menjadi dasar perutusan Gereja dalam karya katekese. “Mewartakan Injil adalah rahmatdan panggilan khas Gereja, merupakan identitasnya yang terdalam“ (EN 14). Gereja Indonesia telah mencatat sejarah perkembangan katekese sejak tahun 1975 dengan Pertemuan Komisi Kateketik antar-Keuskupan se-Indonesia (PKKI) pertama hingga mencapai PKKI XI (2016), dari mencari arah katekese di Indonesia sampai kepada Katekese Keluarga di era digital sesuai perkembangan zaman. Arah Katekese Indonesia adalah Katekese Umat (KU). Katekese Umat (KU) memberi tempat pada peran umat sebagai subjek dan pelaku karya katekese. Proses KU adalah dari umat, oleh umat, dan untuk umat. Melalui proses KU, umat diharapkan saling memperkaya dan meneguhkan imannya satu sama lain. Proses komunikasi iman di antara umat yang terjadi dalam kegiatan KU diharapkan semakin mendorong umat untuk lebih mendalami dan mematangkan imannya sehingga, baik secara pribadi maupun sebagai komunitas, mampu menjadi saksi iman di tengah kehidupan bermasyarakat. Karena itu, peran serta para katekis, penggerak dan pendamping atau fasilitator KU menjadi penting dan perlu mendapat perhatian serta dipersiapkan secara baik. Dengan demikian, KU menjadi salah satu sarana efektif untuk membangun KBG. Buku yang berisi intisari hasil pertemuan sejak PKKI I (1975) sampai dengan PKKI XI (2016), imaksudkan agar kita tidak kehilangan arah dalam pengembangan katekese umat di Indonesia ke depan. |
Isi
Bab I Arah Katekese di Indonesia PKKI I | 1 |
Bab II Katekese Umat PKKI II | 11 |
Bab III Usaha Pembinaan Pembina Katekese Umat PKKI III | 25 |
Bab IV Membina Iman yang Terlibat dalam Masyarakat PKKI IV | 33 |
Bab V Beriman dalam Hidup Bermasyarakat Tantangan bagi Katekese PKKI V | 45 |
Bab VI Menggalakkan VISI DAN Karya Katekese di Indonesia PKKI VI | 57 |
Bab VII Katekese Umat dan Kelompok Basis Gerejani PKKI VII | 75 |
Bab VIII Katekese Umat dan Kelompok Basis Gerejani PKKI VIII | 83 |
Bab IX Katekese dalam Masyarakat yang Tertekan PKKI IX | 97 |
Bab X Katekese di Era Digital Peran Imam dan Katekis dalam Karya Katekese Gereja Katolik Indonesia di Era DigitalPKKI X | 111 |
Bab XI Katekese Keluarga di Era Digital PKKI XI Makassar | 129 |
Bab XII Simpulan Umum | 137 |
Daftar Pustaka | 144 |
Istilah dan frasa umum
agar Analisis Sosial arah katekese berkatekese bermasyarakat bidang hukum budaya cara Diakon diskusi Ekaristi era digital Facebook hasil PKKI hermeneutik imam dan katekis iman umat Iman yang Terlibat informasi Injil internet karya katekese Katekese Keluarga Kateketik Antar-Keuskupan se-Indonesia kegiatan katekese kehidupan Kelompok Basis Gerejani kelompok umat kesadaran kesaksian keterlibatan keuskupan Kitab Suci Komisi Kateketik KWI Komkat KWI komunikasi iman Komunitas Basis Gerejani konkret kristiani KU-Ansos makin masalah maupun melalui membangun jemaat Membina Iman mengenai metanoia mewartakan miskin model mungkin nyata paroki Paus Benediktus XVI Pembina Katekese Umat pembinaan iman Pembinaan Pembina Katekese pengalaman iman penghayatan iman perjumpaan Pertemuan Kateketik Antar-Keuskupan peserta PKKI pewartaan PKKI IV PKKI VII PKKI X PKKI XI pola PPKU pribadi refleksi regio relasi Roh Kudus rumusan sabda saling sarana digital sehari-hari semakin sharing situasi spiritualitas sungguh tantangan tema pokok teologis tugas umat beriman Umat dan Kelompok uskup virtual visi Yesus Kristus

