Harta dalam bejana: sejarah gereja ringkas

Sampul Depan
BPK Gunung Mulia
2 Resensi

Apa yang dikatakan orang - Tulis resensi

Ulasan Pengguna - Tandai sebagai tidak pantas

INJIL DI BAWA SAMPAI KE UJUNG ASIA

Ulasan Pengguna - Tandai sebagai tidak pantas

MARSIURUPAN ANGKOLA-MANDAILING
Blog ini adalah ruang bagi rekan-rekan yang ingin berbagi pemikiran teologi, budaya dan adat Angkola-Mandailing
CERITA PENGALAMANKU
KELUARGAKU
RAMLI SELAMAT NATAL HARAHAP
Posted by: ramlyharahap | May 26, 2009
LAPORAN BUKU: SEJARAH PEMIKIRAN REFORMASI by ALISTER E.McGRATH (Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2002)
1. PENDAHULUAN
A. KATA PENGANTAR[1]
Reformasi Eropa pada abad ke-16 adalah salah satu bidang paling menarik untuk dipelajari yang dapat digarap oleh sejarawan. Reformasi itu mencakup sejumlah bidang – baik reformasi moral maupun reformasi struktur gereja dan masyarakat, pembaruan spiritualitas kekristenan, dan pembaruan atas dasar ajaran Kristen.
Buku ini ditulis dalam keyakinan bahwa terdapat banyak orang yang tidak akan puas dengan keterlibatan yang dangkal dengan Reformasi dan mengharapkan untuk berhubungan dengannya secara serius – tetapi tidak berani melakukannya karena kesulitan-kesulitan besar yang ditemui dalam usaha percobaannya untuk memahami ide-idenya. Mempelajari Reformasi tanpa mempertimbangkan ide-ide keagamaan yang memberikan “bahan bakar” untuk perkembangannya dapat disamakan dengan mempelajari Revolusi Rusia tanpa merujuk Marxisme.
Secara ringkas sebenarnya McGrath memberikan tiga kata tujuan dari buku ini yaitu: “memperkenalkan”, “menjelaskan” dan “mengkontekstualisasikan”. Buku ini bertujuan: pertama, memperkenalkan ide-ide atau paham-paham yang penting dari Reformasi Eropa selama parohan pertama abad keenam belas. Kedua, menjelaskan ide-ide atau paham-paham tentang teologi Kristen yang melandasi Reformasi seperti “pembenaran oleh iman” dan “predestinasi”. Ketiga, mengkontekstualisasikan ide-ide atau paham-paham Reformasi dengan menempatkan ide-ide atau paham-paham tersebut dalam konteks intelektual, sosial, dan politik yang sebenarnya seperti humanisme dan skolastik, ideologi-ideologi keagamaan alternatif dari Reformasi radikal dan Katolik Roma dan realitas-realitas politik dan sosial dari kota-kota kerajaan pada awal abad keenam belas.[2]
Seluruh pemikiran McGrath ini diulasnya dalam sebelas bab seperti yang diuraikan di dalam laporan buku ini.
2. ISI BUKU
2.1 Bab I: PENDAHULUAN[3]
Menurut McGrath, para mahasiswa secara umum mendekati Reformasi dengan pola pikir yang hampir sama, mereka bagaikan pelancong-pelancong pada Abad Pertengahan yang mendekati hutan lebat yang gelap di bagian selatan Jerman. Mereka bagaikan penjelajah yang berpetualang masuk ke daerah yang baru, tidak pasti apa yang akan mereka temukan. Bahkan lebih dalam McGrath mengatakan bahwa para mahasiswa kadang-kadang tergoda untuk mengabaikan ide-ide dan paham-paham dari Reformasi supaya mereka dapat memusatkan perhatian pada aspek-aspek sosial dan politik, sehingga konsekuensinya mereka akan gagal menangkap esensi dari Reformasi sebagai suatu fenomena sejarah dan gagal memahami mengapa Reformasi merupakan titik rujukan bagi banyak perdebatan di dalam dunia keagamaan masa kini dan di bidang lain.
Bab pendahuluan ini bertujuan untuk berkenalan dengan masalah-masalah pengantar supaya dapat mempersiapkan landasan untuk diskusi mengenai pemikiran dari Reformasi dalam bab-bab selanjutnya. Bab I ini diuraikan McGrath dalam enam pokok pikiran yaitu:
Pertama, Jeritan untuk pembaharuan. Menurut McGrath, istilah Reformasi secara langsung memberikan kesan bahwa sesuatu, yaitu kekristenan Eropa Barat, sedang diperbarui. Artinya istilah Reformasi secara umum diterima sebagai sebutan yang sesuai untuk gerakan kekristenan Eropa Barat, karena gerakan ini dihubungkan dengan pengakuan akan kebutuhan untuk pemeriksaan yang mendalam atas lembaga-lembaga, praktik-praktik dan paham-paham dari gereja Barat. Sehingga istilah Reformasi ini berbeda dengan gerekan-gerakan yang ada dalam sejarah gereja lainnya.
McGrath membuktikannya bahwa pada awal abad ke-16 tampak jelas bahwa gereja di Eropa Barat berada dalam keadaan yang sangat memerlukan pembaruan. Jeritan untuk “pembaruan yang menyeluruh” meringkaskan baik
 

Edisi yang lain - Lihat semua

Informasi bibliografi