Democracy for Sale: Pemilihan Umum, Klientelisme, dan Negara di Indonesia

Sampul Depan
Yayasan Pustaka Obor Indonesia, 15 Apr 2019 - 451 halaman

Ditulis berdasarkan hasil penelitian lapangan dan survei ahli yang luas, Democracy for Sale menyediakan suatu analisis tentang demokrasi Indonesia yang bersentuhan langsung dengan kehidupan sehari-hari rakyatnya. Edward Aspinall dan Ward Berenschot memeriksa jejaring informal dan strategi-strategi politik yang membentuk akses pada kekuasaan dan privilese dalam lingkungan politik kontomporer Indonesia yang morat-marit. Hasil cermatan mereka memperlihatkan bagaimana di setiap tingkatan, institusi-institusi formal dibayang-bayangi oleh dunia gelap koneksi personal dan pertukaran klientelistik.

Para politisi memenangi pemilihan dengan mendistribusikan projek-projek berskala kecil, memberukan uang tunai atau barang kepada para pemilih; mereka mendapatkan dana untuk membiayai kampanye mereka dengan memperjual-belikan kontrak, perizinan dan manfaat-manfaat lainnya dengan para pengusaha; dan mereka juga terlibat dalam pertarungan yang tak ada ujungnya dengan politisi saingan mereka dan dengan birokrat untuk merebut kendali atas sumber-sumber daya negara dalam rangka membiayai kegiatan politik mereka. Bukannya bergantung pada partai, para politisi Indonesia biasanya lebih banyak bergantung pada striktur organisasi yang bersifat ad hoc dan personal, yang dikenal dengan sebutan “tim sukses”, untuk menyelenggarakan kampanye pilihan mereka. Koneksi personal—entah berdasarkan hubungan kekerabatan, pertemanan, jaringan usaha, agama atau suku—mengalahkan loyalitas pada partai. Para agen politik sering kali berhasil melelang jasa mereka kepada penawar yang tertinggi. Birokrat, dan bukannya partai, memegang kendali atas sumber daya negara dan merupakan actor kunci dalam kampanye pemilihan.

Melalui argument-argumen ini dan dengan bantuan analisis komparatif dari praktik-praktik politik di India dan Argentina, Democracy for Sale menyediakan bukti kuat tentang pentingnya jejaring dan hubungan informal lebih daripada partai-partai dan institusi-institusi formal dalam politik kontemporer Indonesia. Democracy for Sale menggunakan kerangka analisis yang inovatif untuk membandingkan berbagai praktik politik klientelistik, dan memanfaatkan keuntungan dari observasi langsung terhadap dunia yang membayang-bayangi di belakang politik formal. Hasil cermatan dalam buku ini memperlihatkan bahwa kita mestinya melihat politik informal dan klientelisme bukan sebagai penyimpangan dari politik formal, melainkan sebagai elemen penyusun darinya di Indonesia, sebagaimana juga di sebagian besar dunia ini.

 

 

Apa yang dikatakan orang - Tulis resensi

Kami tak menemukan resensi di tempat biasanya.

Isi

Memotret Variasi Klientelisme
28
1 Variasi patronase
51
AsalUsul Historis Klientelisme Gelindingan Roda Lepas
59
Institusi Pemilihan Umum Partai Politik dan Calon
95
1 Hasil pemilihan umum DPR nasional tahun 1999
101
Tim Sukses dan JualBeli Suara
135
Jejaring Sosial dan Barang Bersama
181
Pemerintahan dan Pembelanjaan Publik
215
Membandingkan Seluruh Indonesia
287
Menjelaskan Variasi Demokrasi Patronase di Indonesia
324
1 Indeks Persepsi Klientelisme
333
model dwivariabel regresi WLS
341
Klientelisme dan Upaya Mewujudkan Pemerintahan
351
Daftar Pustaka 397
371
Lampiran 371
399
Indeks
418

Birokrat dan Kekuasaan Pemerintahan
254
pemilihan pemerintah daerah
276
Tentang Penulis
433
Hak Cipta

Istilah dan frasa umum

Tentang pengarang (2019)

 

Informasi bibliografi