Dari subuh hingga malam: perjalanan seorang putra Minang mencari jalan kebenaran

Sampul Depan
BPK Gunung Mulia, 2011 - 269 halaman
1 Resensi
Autobiography of Abdul Wadud Karim Amrullah, an Indonesian Muslim converted to Protestant.

Apa yang dikatakan orang - Tulis resensi

Ulasan Pengguna - Tandai sebagai tidak pantas

Buku ini merupakan sebuah buku kesaksian autobiografis. Di dalamnya penulis yang berdarah minang ini mengisahkan mengenai perjuanganya mengaktualisasi diri. Kesaksian autobiografis ini dimulai dengan kisah kehidupan penulis saat berada di kampung halamannya; bagaimana penulis diajar dan dididik di tengah keluarga muslim yang taat.
Bermodalkan semangat penulis kemudian terjun ke kancah peperangan dengan menjadi tentara pelajar demi memperjuangkan kemerdekaan. Bermodalkan semangat itu pula ia lalu melanglang buana ke negara-negara Eropa, Afrika, dan Amerika. Putra Minang ini lalu membangun karier dan menetap selama 27 tahun di Amerika Serikat, kemudian ia kembali ke tanah air.
Di tanah air, putra dari DR. Haji Abdul Karim Amrullah dan adik dari sastrawan dan ulama Buya Hamka ini terus mencari aktualisasi diri. Melalui pergumulan batin dan diri yang panjang, dalam usia 54 tahun ia menerima Yesus Kristus sebagai pegangan hidupnya.
Buku kesaksian autobiografis ini berbeda dari kebanyakan buku kesaksian yang ada. Ia tidak berisi kata-kata yang bombastis sensasional. Tidak juga upaya pembenaran golongan yang satu dan perendahan golongan yang lain. Sebaliknya ditulis sesuai apa adanya, dalam bahasa yang hidup dan mengalir. Dengan begitu, pembaca bisa menikmati kesaksian autobiografis ini sebagai sebuah kisah inspiratif dan menggugah.
 

Informasi bibliografi