Cado-cado: Catatan Dodol Calon Dokter

Sampul Depan
Bukune, 2008 - 190 halaman
1 Resensi

Selama ko-ass, aku harus menghadapi macam-macam tingkah pasien. Dari mulai pemarah, pemalu, periang, penggerutu, mirip cerita Smurf-lah. Aku pernah dapet pasien preman, tiap mau aku suntik pantatnya dia pasti mengancam, “Awas kalo sakit ya Dok! Kutonjok kau!”.

Ada juga pasien yang hobi banget menjodoh-jodohkan anaknya sendiri, “Dokter, ini anak saya mau kenalan, ini namanya Sari. Anak saya cantik ya Dok, seumuran Dokter lagi! Dulu dia laki-laki, sekarang udah perempuan kok Dok.”

Gimana aku gak stress?

“KOAAAAS!!!! PASIEN BARUUU!” teriak seorang suster.
“Iya tau,” kataku sedikit ngedumel.
“Pasien apa, Sus?”
“Minum racun serangga,” jawab suster itu.
Lalu aku memperhatikan wajah lemah pasien yang masih setengah sadar itu. “Heh! Nih kan cewek, kok masuk ke bangsal cowok?” tanyaku heran sambil memperhatikan kembali pasien di atas brangkar.
“Eemmm,” tiba-tiba suster itu membisikkan sesuatu ke telingaku, “pasiennya waria. Banci!”

Ferdiriva Hamzah bukanlah calon dokter lagi, melainkan udah dokter beneran. Dalam buku Cado-Cado : Catatan Dodol Calon Dokter, kamu akan menyimak 14 pengalaman lucu Riva sewaktu menjalani koass atau pendidikan lanjut mahasiswa kedokteran dulu. Dari mulai dijebloskan ke ruangan penuh orang sakit jiwa sampai gemeteran merawat pasien waria.

-Bukune-

 

Apa yang dikatakan orang - Tulis resensi

Ulasan Pengguna - Tandai sebagai tidak pantas

cado cado

Isi

Bagian 1
1
Bagian 2
15
Bagian 3
43
Bagian 4
51
Bagian 5
65
Bagian 6
68
Bagian 7
95
Bagian 8
150
Bagian 9
153
Bagian 10
171
Bagian 11
179
Hak Cipta

Istilah dan frasa umum

Informasi bibliografi